Kerugian Rp 500 M Lebih, Ekonomi Sibolga Lumpuh Pasca Gempa

Kerugian Rp 500 M Lebih, Ekonomi Sibolga Lumpuh Pasca Gempa

- detikNews
Rabu, 30 Mar 2005 09:03 WIB
Sibolga - Perekonomian di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami kelumpuhan pasca gempa. Hal ini disebabkan karena banyak pedagang yang menjadi bagian dari sekitar 86.665 jiwa warga Sibolga yang mengungsi ke pegunungan.Hal itu dikatakan oleh Sekda Kota Sibolga Avivi Lubis kepada detikcom, saat mendampingi Mensos Bachtiar Chamsyah yang akan berangkat ke Nias, di Bandara Ferdinan Lumban Tobing, Kecamatan Pinang Sori, Tapanuli Tengah, Rabu (30/3/2005) pagi."Sebagian warga di empat kecamatan di Sibolga memang masih khawatir dengan kemungkinan tsunami. Mengingat banyaknya isu yang beredar serta kondisi geologis Sibolga yang berada di tepi laut," kata Avivi."Kita sudah berusaha memberikan pemahamam kepada masyarakat. Kita harap masyarakat tidak terpancing isu. Kondisinya sekarang, mereka memang masih takut dan kita maklumi itu," lanjut dia.Praktis gempa bumi telah menyebabkan perekonomian di kota yang terletak sekitar 300 km dari Medan itu mengalami kemandegan. Diperkirakan, hanya 50 persen saja pedagang yang membuka tokonya."Dari sisi kerugian akibat gempa bumi di Sibolga saja, diperkirakan mencapai Rp 500 Miliar. Kerugian terutama akibat rusaknya sejumlah bangunan serta rubuhnya sebuah TK Aisiyah di Jl. Tenggiri Sibolga," ungkap Avivi.Rumah-rumah dan bangunan yang rusak berat khususnya terdapat di jalan Ahmad Yani, jalan Dr Sutomo, jalan Perintis Kemerdekaan, jalan S Parman dan jalan Diponegoro.Sementara itu, gempa juga menyebabkan beberapa orang meninggal dunia karena kelelahan akibat mengungsi dan dua orang luka berat akibat terjatuh saat mengungsi di Sibolga. Saat ini korban luka masih dirawat di RS FL Tobing, Sibolga. (fab/)


Berita Terkait