Bantuan Asing Mengalir ke Nias
Kapal Induk Australia Balik Lagi
Rabu, 30 Mar 2005 08:32 WIB
Jakarta - Seperti halnya bencana 26 Desember silam, musibah di Nias dan sekitarnya memicu sejumlah negara asing untuk memberikan bantuan. Mereka berjanji segera mengirimkan bantuan kemanusiaan.Sebelumnya, pemerintah Jepang, memutuskan memberikan bantuan darurat sebanyak 15 juta Yen dan mengirimkan tim medis darurat ke lokasi bencana yang terdiri dari 11 anggota. Mereka dikirim mulai Rabu (30/3/2005) selama 14 hari.Dalam rilis Kedubes Jepang yang diterima detikcom, disebutkan bahwa bantuan darurat akan diberikan dalam bentuk tenda, selimut, matras untuk tidur, dan genset 20 unit. Transportasi menuju lokasi bencana juga akan didukung pemerintah Jepang.Sementara itu, Malaysia mempertimbangkan untuk mengizinkan pesawat asing yang membawa bantuan bagi korban gempa Nias dan sekitarnya untuk mendarat di Bandara Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah di Subang dan Bandara Internasional Langkawi Airport di Padang Mat Sirat. Pada musibah 26 Desember, Malaysia juga membuka dua bandaranya itu untuk lalu lintas pesawat asing.Janji bantuan juga disampaikan oleh PM Selandia Baru, Helen Clark. Sementara, satu dari dua pesawat Hercules Australia dengan membawa tenaga medis militer telah berangkat dari Sydney hari ini menuju Nias. Bantuan ini merupakan bagian dari paket bantuan 1 juta dolar Australia untuk daerah bencana.Kapal induk HMAS Kanimbla yang tengah menuju perjalanan pulang kampung setelah bertugas di Banda Aceh menangani bencana 26 Desember, juga kembali bertolak ke Sumatera. Sedangkan pesawat kedua Angkatan Udara Australia akan segera berangkat ke Nias dengan membawa suplai obat-obatan.
(nrl/)











































