Diduga Lakukan Perkosaan pada Anak, Aa Gatot Brajamusti Dinilai Pantas Dikebiri

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Rabu, 14 Sep 2016 13:09 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendapat aduan dari korban perkosaan Gatot Brajamusti. Perempuan ini mengaku dahulu pernah diperkosa Gatot Brajamusti dengan imingi-iming menjadi backing vocal.

Ketua KPAI Asrorun Niam menyebut, pengakuan korban ada sejumlah anak usia 14-16 tahun yang diduga menjadi korban. Mereka dicekoki dahulu minuman atau makanan bernama aspat yang mengandung sabu, kemudian disetubuhi.

"Ini melanggar UU Perlindungan anak, dan ini korban lebih dari satu," jelas Niam, Rabu (14/9/2016).

Perempuan korban yang kini masuk usia dewasa itu, dahulu saat masih di bawah umur bahkan pernah disuruh aborsi. Menurut Niam, perbuatan itu jelas melanggar hukum. Pelaku yang memerintahkan aborsi dan melakukan pemerkosaan layak dihukum berat.

"Untuk GB mesti ada hukuman pemberatan, bisa hukuman mati, hukuman seumur hidup dan dikebiri," terang dia.

KPAI menerima aduan korban bersama pengacaranya Elza Syarief pada Selasa (13/9) sore. Korban yang shock dan mengalami tekanan mental perlu dipulihkan kondisinya.

"Jadi korban itu sekitar rentang 2007 sampai sekarang bersama beberapa anak lainnya itu di karantina di padepokan, dengan tipu daya untuk latihan vokal. Kemudian terjadi pencabulan berulang-ulang," tegas dia.

"Kami akan koordinasi dengan pihak kepolisian soal ini," tegasnya. (tfq/dra)