Laporan dari Arab Saudi

Sepak Terjang 'Astuti' di Klinik Kesehatan Mina

Rachmadin Ismail - detikNews
Selasa, 13 Sep 2016 21:45 WIB
Foto: Rachmadin Ismail/detikcom
Makkah - Tenda jemaah haji reguler Indonesia letaknya cukup jauh dari Jamarat. Namun tak boleh kendaraan besar lalu lalang di sana karena saking padatnya manusia. Salah satu solusinya, ada motor 'Astrea Tujuh Tiga' atau 'Astuti' yang membantu petugas kesehatan Indonesia.

Motor berwarna merah yang jadul tersebut memang sengaja dibawa ke area Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Fungsinya untuk mengantar jemaah tersasar atau sakit namun tak bisa dibawa menggunakan ambulans. Sejak jemaah mulai memadati Mina, motor tersebut nyaris tak pernah berhenti bergerak.

Pantauan pada Senin (12/9) kemarin, motor tersebut dipakai oleh para tenaga musiman Indonesia. Mereka silih berganti mengantar jemaah yang sakit dan tersasar ke maktab-maktab pemondokannya. Mulai dari jemaah lansia sampai yang tak kuat berjalan diangkut menggunakan motor tersebut.

Menag Lukman Hakim Saifuddin bahkan sempat menjajalnya. Menurutnya, motor tersebut walau tua namun sangat bermanfaat selama di Mina. Kehadirannya sangat strategis membantu jemaah haji Indonesia.

"Mungkin di Indonesia sudah tidak ada motor tersebut, tapi di sini sangat bermanfaat," kata Menag Lukman.

Kehadiran motor-motor seperti ini diharapkan bisa ditambah. Ke depan, dia berharap pemerintah Arab Saudi mau memberikan izin tambahan karena sangat efektif untuk menjangkau jemaah.

"Sepeda motor punya keunggulan bisa masuk dalam area yang sempit dalam radius tertentu, tapi tentu ini harus dengan izin otoritas Saudi. Kalau itu ada persetujuan tentu akan kita tambah armada kita karena efektivitas itu tadi," ucapnya.
Menag Menjajal Astuti (Foto: Media Center Haji)

Terkait kondisi kesehatan jemaah, Menag mengatakan memang banyak yang mengalami kelelahan dan dehidrasi, terutama lansia. Klinik Kesehatan Indonesia sampai saat ini penuh merawat sejumlah pasien.

Karena itu, Menag mengimbau agar para jemaah harus benar-benar disiplin dalam mengatur stamina dan menjaga kondisi fisik secara maksimal. Waktu istirahat sebaiknya dimanfaatkan dengan baik.

"Oleh karenanya, pola hidup sehat, mengkonsumsi makanan dengan baik, mengonsumsi minuman secukupnya dan pintar mengatur waktu beristirahat. Karena seringkali kita tergoda atau tidak sadar lalu banyak memanfaatkan waktu kita untuk hal-hal yang tidak terlalu penting," paparnya.

Baca juga: Mempercantik 'Astuti' Untuk Menolong Jemaah Haji

Kasatgas Mina Nasrullah Jasam menambahkan, hingga sore ini waktu Saudi, pergerakan jemaah Indonesia ke Jamarat berjalan cukup lancar. Sebagian besar jemaah mematuhi jadwal yang sudah ditetapkan maktab. Sebagian yang tak mematuhi jadwal diwajibkan mengisi surat berita acara pelanggaran.

"Problem Mina masih seperti sebelumnya. Tanggal 10 Dzulhijjah banyak yang nyasar dan sakit di tengah jalan menuju Jamarat namun demikian sedikit berangsur angsur bisa diselesaikan oleh Satgas Mina," klaimnya. (mad/Hbb)