"PAN akan kesulitan mencari teman koalisi. Apalagi partai lain sudah jelas sikapnya, seperti Gerindra dan PKS sudah jelas. Ada juga nama Yusril yang sudah bergerilya ke Demokrat, PKB dan PPP juga sudah kelihatan," ujar Peneliti CSIS Arya Fernendes di Kantor CSIS, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016).
"Ini menjadi tidak mudah bagi PAN karena PAN cuma punya dua kursi," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Partai Ini masih mencari lawan yang mampu melawan Ahok, sekarang yang terkuat Ahok. Terjadi stagnansi di antara partai -partai tersebut untuk melawan petahana. Kesulitan partai-partai ini kan mereka koalisi tantangan di menit akhir ini mencari siapa yang bisa mencari partai yang mau koalisi," paparnya.
"Saya kira itu menunjukkan partai-partai di koalisi kekeluargaan Ini tidak punya mekanisme baku untuk memilih orang orang terbaik untuk jadi kepala daerah," urainya.
"Kalau mekanisme jelas mereka sedari awal tidak berubah, mereka tidak mempunyai standar yang jelas. Sekarang dukung Rizal Ramli besok bisa yang lain, ini kan nggak bagus," sambung dia.
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPW PAN DKI Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio bertemu dengan Rizal Ramli untuk menanyakan kesiapan Rizal untuk maju pada Pilgub DKI 2017 mendatang. Eko akan membawa nama Rizal untuk dibicarakan dengan Koalisi Kekeluargaan.
"Alhamdulilah sudah ngobrol panjang lebar terkait masalah Jakarta. Dan kenapa PAN men-support (Rizal Ramli).Maka PAN sebagai bagian dari inisiator Koalisi Kekeluargaan men-support Rizal Ramli menjadi kandidat calon Gubernur DKI," kata Eko seusai menggelar pertemuan tertutup dengan Rizal Ramli, Selasa (13/9/2016).
(wsn/van)











































