"Kami sudah berkoordinasi dengan Konsul Jerman. Pihak konsul tidak mau memberikan bantuan tiket kepulangan dan bantuan lainnya," kata Agung Pramono, Kasi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Selasa (13/9/2016).
Meski tidak diperhatikan oleh perwakilan pemerintah Jerman, pihak Imigrasi meminta bantuan Pemkot Surabaya, agar Benjamin, bule pengemis itu sementara dititipkan di tempat khusus di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Surabaya, hingga 19 September 2016.
"Kami sudah meminta bantu ke Pemkot Surabaya, agar yang bersangkutan ditempatkan di Liponsos. Karena di kantor kami sedang renovasi, dan kami tidak mau menggabungkan dengan warga asing lainnya, karena dikhawatirkan penyakitnya (kaki gajah) menular," terangnya.
Menurut Agung, biaya perawatan Benjamin di RSUD dr Soewandhi ditanggung oleh rumah sakit milik Pemkot Surabaya itu.
Benjamin diamankan anggota Satpol PP Surabaya di perempatan Jl Kayoon, Minggu (11/9). Sebelumnya, dia tepergok mengemis di Tabanan, Bali. Pria berkacamata ini juga pernah beraksi di Thailand, Manila, dan Hong Kong. (roi/trw)











































