"Diperoleh fakta baru bahwa ada satu lagi senpi yang digunakan John (AJS) yang kemudian diserahkan ke tersangka Samadi (SA)," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniwan, kepada wartawan di RS Qadr, Karawaci, Tangerang, Selasa (13/9/2016).
Pertemuan di lokasi itu dihadiri oleh tersangka AJS dan 4 tersangka lainnya, termasuk tersangka SU sopir di ExxonMobil, pada tanggal 2 September 2016 sekitar pukul 19.00 WIB. Di situ, tersangka AJS merencanakan pemufakatan jahat untuk merampok di rumah korban.
AJS merencanakan pemufakatan jahat. (Foto: Mei/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 2 titik yang dijadikan tempat sebagai perencanaan, yakni di parkiran dan di kantin RS Qadr. Sebelum bertemu dengan tersangka SU, AJS bertemu dengan 3 tersangka lainnya di area rumah sakit tersebut.
"Di lokasi ini tersangka AJS membagi-bagi peran masing-masing tersangka. Ada yang mengawasi, ada yang jadi sopir dan yang ikut ke TKP," lanjutnya.
Di lokasi ini, totak ada 21 adegan yang diperagakan tersangka AJS cs. Dari situ, para tersangka menuju ke Hotel Asri, Ciputat untuk persiapan eksekusi.
Ada 21 adegan yang diperagakan dalam prarekonstruksi ini. (Foto: Mei/detikcom) |
Soal satu lagi senjata api yang diungkap tersangka lain, pengacara AJS, Bambang Sunaryo menyebut bahwa ada satu senjata yang dititip tersangka AJS kepada E, istri korban.
"Kemungkinan besar masih di dalam TKP, nanti kita minta bantuan gegana lakukan pencarian senpi tersebut," jelasnya.
Prarekonstruksi ini diikuti oleh kelima tersangka dan disaksikan oleh tim kuasa hukum tersangka AJS. Prarekonstruksi dipimpin langsung oleh Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy Kurniawan dan Kanit V Kompol Budi Towoliu. (mei/aan)












































AJS merencanakan pemufakatan jahat. (Foto: Mei/detikcom)
Ada 21 adegan yang diperagakan dalam prarekonstruksi ini. (Foto: Mei/detikcom)