Kemenhub dan KNKT Periksa Trigana Air yang Tergelincir dan Patah Roda

Nograhany Widhi K - detikNews
Selasa, 13 Sep 2016 11:55 WIB
Foto: Trigana Air tergelincir di Bandara Wamena Papua (Foto: Istimewa)
Foto: Trigana Air tergelincir di Bandara Wamena Papua (Foto: Istimewa)
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memeriksa Trigana Air yang tergelincir di Bandara Wamena. Landasan dan pesawat diperiksa sebelum dievakuasi.

"Kemenhub telah koordinasi dengan KNKT, insiden Trigana di Wamena setelah difoto untuk kepentingan investigasi segera dapat dipindahkan," jelas Staf Khusus Menhub bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Internasional, Dewa Made Sastrawan dalam rilis yang diterima, Selasa (13/9/2016).

Laporan dari Tower Wamena, imbuh Made, pada pukul 22.35 UTC (+7 untuk WIB/+9 untuk WIT), bahwa pesawat Trigana dengan nomor penerbangan TGN 7321 mengalami accident saat mendarat di Wamena.

"Main gear patah dan pesawat tergelincir sampai pada area end of taxiway 15 (runway shoulder sisi kanan)," imbuhnya.

Roda utama pesawat Trigana Air tergelincir di Bandara Wamena Papua patah dan tertinggal di runway(Foto: Istimewa)


Saat ini, landas pacu di Bandara Wamena ditutup karena pesawat belum bisa dievakuasi di ujung runway. Kemenhub telah mengeluarkan Notice to Airmen (Notam) Nomor C5485/16, yang menyatakan bahwa, runway Bandara Wamena ditutup mulai 13 September 2016 pukul 07.52 WIT sampai pukul 16.00 WIT karena terhalang pesawat.

"Dibantu pengkoordinasian dari Sentani. Di Wamena sedang dilakukan pemeriksaan pada kondisi landasan dan proses koordinasi untuk pemindahan pesawat.

(Foto: Istimewa)


Foto-foto yang detikcom dapatkan memperlihatkan main gear yang patah dan tertinggal di runway serta mesin pesawat sebelah kiri yang menyentuh aspal dan perut pesawat yang robek. Pesawat dengan nomor registrasi PK YSY dan jenis pesawat B 737 ini dipiloti Jatmiko dengan First Officer atau kopilot Iwan. Pesawat tergelincir saat mendarat di Bandara Wamena dari Bandara Sentani, Jayapura.


(nwk/trw)