detikNews
Selasa 13 September 2016, 10:09 WIB

Tolak Terpidana Percobaan Ikut Pilkada, PD: Bertentangan dengan Moral!

Ahmad Toriq - detikNews
Tolak Terpidana Percobaan Ikut Pilkada, PD: Bertentangan dengan Moral! Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Jakarta - Pembahasan soal RUU Pilkada di DPR membuka peluang terpidana percobaan ikut pilkada. Partai Demokrat (PD) menolak keras usulan itu.

"Terpidana percobaan boleh ikut pilkada jelas bertentangan dengan moral dan akal sehat! Tidak masuk akal dan bertentangan dengan rasa keadilan adanya pihak-pihak yang memperkenankan terpidana percobaan untuk diperbolehkan mengikuti pilkada," ujar Wasekjen PD Didi Irawadi Syamsuddin kepada wartawan, Selasa (13/9/2016).

Didi tak bisa membayangkan seorang terpidana kasus korupsi, narkoba atau terorisme boleh maju pilkada. Didi menolak hal itu, sekalipun yang akan maju baru sebatas pidana percobaan.

"Apapun alasannya, calon pemimpin haruslah orang-orang yang benar-benar bersih, orang-orang yang bisa dipercaya dan memberikan keyakinan untuk hal yang lebih baik dan sejahtera bagi masyarakat," ujar Didi.

"Koruptor? Walau dihukum percobaan, yang pasti telah dihukum, masih pantaskah dipercaya jadi pemimpin? Mana nurani pembuat UU?" imbuh putra Amir Syamsuddin.

Didi menegaskan calon pemimpin tak boleh cacat kepercayaan. "Apalagi (calon pemimpin) yang sedang dijatuhi hukuman seperti koruptor, teroris, narkoba!" ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria menyebut hanya PDIP dan PAN yang menolak terpidana percobaan bisa mencalonkan diri dalam Pilkada, fraksi lainnya setuju.

Rumusan sementara yang mereka rumuskan adalah terpidana yang tidak dipenjara bisa mencalonkan diri. Artinya terpidana percobaan bisa maju Pilkada, begitu juga misal pada kasus kecelakaan lalu lintas, pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan dan lainnya.
(tor/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com