Setelah menjalani wukuf di Arafah pada Minggu (11/9) kemarin, para jemaah bergerak semua ke Muzdalifah. Menggunakan bus, sekitar ratusan ribu jemaah Indonesia melaksanakan mabit di sana sampai melewati tengah malam, mengambil kerikil untuk lontar jumrah lalu bergeser ke pemondokan Mina.
Meski lelah para jemaah tetap semangat menyempurnakan ibadah haji (Rachmadin Ismail/detikcom) |
Di Mina, ada beberapa kelompok jemaah yang mendapat jadwal lontar jumrah aqabah lebih awal. Artinya, sebelum waktu terlarang untuk jemaah Indonesia pukul 06.00-10.30 Waktu Saudi, ada beberapa jemaah yang sudah melontar dinihari sampai fajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajah-wajah sumringah jemaah terlihat saat menjalani wajib haji ini. Sepanjang jalan, mereka melantunkan talbiyah dan takbir. Di antara para jemaah ada yang masih berusia muda, namun tak sedikit juga yang berusia lanjut. Dalam sebuah barisan rapi dipimpin petugas dari maktab, mereka mengikuti alur menuju Jamarat dengan tertib.
Sepanjang jalan para jemaah melantunkan talbiyah dan takbir (Rachmadin Ismail/detikcom) |
"Alhamdulillah sudah lempar jumrah," kata seorang jemaah wanita asal Jakarta sambil berdoa, Senin (12/9/2016).
Setelah itu, jemaah berputar balik menuju arah pemondokan maktab. Perjalanan itu tidak ditempuh dengan mudah. Sebab jarak antara pemondokan jemaah Indonesia yang reguler dengan jamarat itu cukup jauh. Lebih dari 3 kilometer, bahkan ada yang sampai lebih dari 5 kilometer.
Tak heran, sebagian jemaah yang jauh pemondokannya lebih memilih mabit di dekat jamarat, lalu melontar besok pagi setelah Subuh, dan kembali ke hotel. Ada juga yang kembali ke maktab setelah dua kali melontar agar punya waktu istirahat lebih banyak.
Para jemaah merasa bersyukur sudah bisa melaksanakan lempar jumrah (Rachmadin Ismail/detikcom) |
Tak ada fasilitas mabit untuk jemaah Indonesia di dekat jamarat. Karena itu, mereka mengisi ruang-ruang kosong di sisi jalan, trotoar, dan sisi-sisi bangunan. Beralaskan tikar, sajadah, dan alas lainnya mereka beribadah, sambil menunggu waktu melontar berikutnya tiba.
"Daripada pulang ke maktab jauh banget, mending di sini aja Mas, sambil menunggu Subuh," tutur jemaah asal Makassar.
Untuk hari kedua melontar, jam larangan bagi jemaah Indonesia pukul 14.00 sampai 18.00 Waktu Saudi. Lalu untuk tanggal 12 Dzulhijah atau 14 September, para jemaah dilarang melontar pukul 10.30 sampai pukul 14.00 waktu Saudi.
Tim dari PPIH Arab Saudi juga sudah sering mengimbau agar para jemaah yang sakit atau tak kuat berjalan untuk lontar jumrah agar mewakilkannya pada jemaah lain.
(mad/hri)












































Meski lelah para jemaah tetap semangat menyempurnakan ibadah haji (Rachmadin Ismail/detikcom)
Sepanjang jalan para jemaah melantunkan talbiyah dan takbir (Rachmadin Ismail/detikcom)
Para jemaah merasa bersyukur sudah bisa melaksanakan lempar jumrah (Rachmadin Ismail/detikcom)