"Ibaratnya, dia itu pole position bila dibaratkan dengan ajang balap Formula 1," kata Sandiaga saat berbincang, Senin (12/9/2016).
Saefullah, saat ini menjabat Sekda DKI, digadang jadi cawagub untuk Sandiaga (Ari Saputra/detikcom) |
Pole position adalah istilah yang populer dalam konteks balapan, maknanya adalah posisi terdepan saat memulai balapan. Dalam konteks 'balapan' meraih kursi pendamping Sandiaga, Saefullah memang lebih awal digadang-gadang menjadi cawagub untuk Sandiaga, bahkan dia mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di PKB, pada Mei lalu.
"Pak Saefullah yang paling pertama ikut silaturahim, jadi yang paling familiar," kata Sandiaga.
Selain Saefullah, ada pula politisi PKS Mardani Ali Sera yang dideklarasikan PKS menjadi kandidat cawagub untuk Sandiaga, pada Kamis (8/9) kemarin. Justru wacana duet Sandiaga-Mardani inilah yang membikin sejumlah partai seakan berpaling dari Sandiaga, karena duet ini belum dirembuk bersama partai-partai yang tak mendukung petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebenarnya, bagaimana peluang Mardani dibanding Saefullah?
"Dr Mardani sekarang berlari kencang sekali, karena startnya paling belakang," kata Sandiaga masih beranalogi.
Namun demikian, kata dia, keputusan berada di koalisi kekeluargaan yakni koalisi anti-Ahok. "Semua memiliki kans yang baik. Yang akan memutuskan adalah koalisi kekeluargaan dan pimpinan partai-partai," kata Sandiaga. (dnu/tor)












































Saefullah, saat ini menjabat Sekda DKI, digadang jadi cawagub untuk Sandiaga (Ari Saputra/detikcom)