Temukan Cacing di Hati Sapi, Begini Tugas Pengawas Kesehatan Daging Kurban

Temukan Cacing di Hati Sapi, Begini Tugas Pengawas Kesehatan Daging Kurban

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 12 Sep 2016 13:47 WIB
Temukan Cacing di Hati Sapi, Begini Tugas Pengawas Kesehatan Daging Kurban
Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Demi menghindari penyebaran penyakit antraks, Pemprov DKI Jakarta menyebarkan sebanyak 808 petugas pengawas kesehatan hewan. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan para pengawas itu berasal dari Ikatan Dokter Hewan, Institut Pertanian Bogor dan Dinas Kelautan dan Peternakan.

Salah satu yang ditemui ialah Tan Li Wern yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Jurusan Kedokteran Hewan dari IPB. Tan mengatakan bahwa hal ini lumrah bagi mahasiswa tingkat akhir Jurusan Kedokteran Hewan.

"Setiap tahun, mahasiswa Kedokteran Hewan memang disuruh ke lapangan. Salah satunya ialah saat pemotongan hewan kurban," kata Tan di area Masjid Al-Ihsan, Jl. Kerinci X, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tan menjelaskan bahwa tugasnya ialah memastikan daging kurban higienis dan bisa dimakan masyarakat. Dan yang paling penting tidak menularkan penyakit. Untuk mendeteksi hal tersebut, Tan memeriksa jeroan atau organ dalam dari kambing ataupun sapi yang sudah dipotong.

"Penyakit zoonosis seperti antraks kebanyakan berasal dari sapi dan kambing karena paling sering dikonsumsi masyarakat. Jadi saya periksa hati, jantung, paru, limpa dan ginjal. Dari segi warna, bentuk dan penyakit," ujar Tan.

Hal yang paling mudah ditemui ialah cacing yang ada di dalam hati. Hati yang ada cacingnya, menurut Tan tidak layak untuk dikonsumsi. Walaupun hati tersebut dimasak hingga matang.

"Hati kalau ada cacingnya nggak layak untuk dikonsumsi. Walaupun dimasak dengan matang, tetap nggak bagus karena bahaya. Tadi saya temukan ada hati yang ada cacingnya. Sudah saya buang," ucap Tan.

Menggunakan sebilah pisau hijau, Tan mengiris organ-organ yang baru dikeluarkan dari perut kambing. Di sela kesibukannya itu, ia sedikit memberikan penjelasan.

"Ini paru-paru, kalau warnanya pink dan kenyal saat diremas berarti hewannya sehat. Kalau jantung, harus kita buka dahulu. Setelah itu dibersihkan dari darah beku. Baru setelah itu bisa dikonsumsi," kata Tan.

"Kalau ini limpa. Jika di tepi limpanya runcing, berarti hewannya sehat. Tapi kalau tepiannya tumpul, berarti hewannya lagi sakit," tambahnya.

Tan mendapatkan tugas pengecekan ini hingga pukul 14.00 WIB. Ia sudah memulai pekerjaannya sejak pukul 08.00 WIB. (tor/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads