Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
Abdul Rahman Gayo selaku Koordinator Sarana Prasarana Kampus Al Azhar Sentra Primer Jakarta Timur mengatakan ada sekitar 30 ekor sapi dan 50 ekor kambing yang disembelih untuk Hari Raya Idul Adha tahun ini di lokasi tersebut. Untuk jadwal pemotongan dibagi menjadi 2, yaitu hari ini dan esok hari.
"Ini adalah percontohan tempat pemotongan hewan. Diharapkan semua tempat pemotongan hewan seperti ini, terutama masalah kebersihan," kata Abdul saat ditemui di lokasi di Jalan Sentra Primer, Jakarta Timur, Sabtu (12/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk keseluruhan 30 ekor sapi dan 50 ekor kambing. Tadi pagi ada 1 sapi yang dipotong pertama, sumbangan dari pak Wagub Djarot," sebut Abdul.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
Abdul menyebut untuk hari ini ada 25 orang petugas yang bekerja. Daging hewan kurban tersebut nantinya akan dibagikan ke sekitar lingkungan tersebut yaitu di 17 RT ditambah ke kampung-kampung mitra Al Azhar yang ada di perumahan-perumahan guru Al Azhar.
Standar pemotongannya sendiri sesuai dengan syariat Islam. Abdul menyebut salah satunya yaitu tidak boleh menyakiti hewan ketika dijatuhkan dan juga tidak boleh menarik ekor sapi.
"Lalu jangan sampai petugas lupa membaca doa saat menyembelih. Kemudian, setelah dipotong, tunggu sampai benar-benar hewan mati, lihat dari pergerakan mata dan ekor sebelum dikuliti atau dicacah, karena berpengaruh ke kualitas daging," ucapnya.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
Di lokasi yang sama, Komarudin selaku pemeriksa kesehatan hewan dari Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Pemprov DKI Jakarta, mengatakan bahwa hewan yang dipotong sebaiknya tidak dalam keadaan stres. Menurutnya, tingkat stres hewan kurban akan berpengaruh pada kualitas daging.
"Intinya dalam pemotongan hewan, kesrawan (kesejahteraan hewan) harus diperhatikan. Ada tiga saluran yang harus putus, terdiri dari pernapasan, kerongkongan, dan larynx, dan secara syariat halal untuk dimakan. Jadi ketika hewan dipotong dalam keadaan stres, terjadi penggumpalan darah di daging sehingga kualitas daging menurun," ucapnya.
Selain itu, dia juga menyoroti masalah perlengkapan pekerja yang bertugas memotong hewan hingga mengemas daging kurban nantinya. Beberapa perlengkapan standar harus digunakan, salah satunya kondisi pisau yang digunakan untuk menyembelih hewan kurban.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
"Perlengkapan untuk para pemotong yaitu kepala harus tertutup, menggunakan apron, sarung tangan, sepatu boots, kalau pisau untuk menyembelih harus benar-benar tajam sehingga dalam sekali sembelih langsung terpotong, kalau kapak untuk mencacah daging harus tajam dan tidak karatan. Kalau panitia pembagi daging harus menggunakan masker, sarung tangan, dan penutup kepala, harus sesuai standar hygiene. Satu lagi, para pekerja tidak boleh dalam keadaan sakit," jelasnya.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
Kemudian untuk pengelolaan limbah, cara yang digunakan yaitu terbagi menjadi dua berdasarkan jenis limbahnya. Untuk limbah padat akan dikumpulkan dan disedot mobil limbah, sedangkan untuk limbah cair akan dikumpulkan di septic tank dan disedot mobil limbah juga. Selain itu, kebersihan alat juga diperhatikan dengan cara pembersihan menggunakan disinfektan.
"Kebersihan alat, setelah selesai proses akan dibersihkan dengan disinfektan konsentrasi kurang lebih 200 ppm. Selama proses pemotongan berlangsung, masih menggunakan air mengalir bertekanan tinggi supaya lantai menjadi bersih dari darah. Kemudian standar sanitasi saat pengemasan menggunakan plastik bening. Kemudian daging dicacah di talenan, tidak bersentuhan dengan tanah supaya tidak terkontaminasi," paparnya. (dhn/dhn)












































Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Foto: Andhika Prasetia/detikcom