Cerita Bocah Bocor Jantung yang Tertolong Program Pemkab Purwakarta

Cerita Bocah Bocor Jantung yang Tertolong Program Pemkab Purwakarta

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 12 Sep 2016 12:04 WIB
Cerita Bocah Bocor Jantung yang Tertolong Program Pemkab Purwakarta
Foto: Tri Ispranoto
Jakarta - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, sejak dulu memiliki tradisi untuk merayakan Hari Raya Idul Adha bersama warganya. Kali ini tempat yang dipilihnya adalah Kampung Babakan Kupa, Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Di tempat tersebut Dedi melalui kedua anaknya menyerahkan satu ekor sapi putih berukuran besar untuk dikurbankan. Hewan kurban tersebut sudah dipersiapkan sejak satu tahun sebelumnya dan dirawat di rumah pribadi miliknya.

"Sudah tradisi sejak dulu kurban sapi atau pun domba dipelihara dulu. Misal sekarang sudah kurban, mulai besok sudah dipersiapkan untuk tahun selanjutnya," jelas Dedi saat berbincang dengan detikcom, Senin (12/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini, kata Dedi, dirinya bersama keluarga berkurban sebanyak tujuh ekor sapi dan 30 ekor domba hasil peliharaannya. Sejumlah hewan tersebut disebar baik di dalam maupun di luar Kabupaten Purwakarta.


Masih di tempat yang sama, usai menyerahkan hewan kurban Dedi menemukan sebuah rumah panggung yang dalam kondisi kurang terawat sehingga banyak kerusakan di bagian dalam mau pun luar. Melihat itu Dedi pun langsung mengistruksikan kepala desa setempat untuk memasukannya dalam program perbaikan rumah tidak layak huni yang akan mulai dikerjakan pada esok hari.

Rumah tersebut adalah milik Mak Cicih (80) yang kini ditempati oleh cucunya bernama Ujang Saeful (24) yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang buah tanggung keliling di daerah Kecamatan Wanayasa. "Iyeu jeung modal tambahan dagang Rp 1 juta (Ini tambahan modal untuk dagang Rp 1 juta)," ucap Dedi.

Saat akan beranjak pulang Dedi pun dihampiri oleh seorang bocah yang ternyata eks pasien dengan kondisi jantung bocor. Bocah bernama Muhamad Nuron (9) tahun itu menghampiri Dedi dengan ibunya, Ida Elisah (37).

Sebelumnya Nuron saat berusia enam tahun mengalami kondisi bocor jantung. Dengan bantuan program jaminan kesehatan yang terintegrasi dengan rumah sakit umum dan rumah sakit khusus di luar Kabupaten Purwakarta, Nuron pun bisa berobat secara gratis dengan operasi di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta dengan kisaran biaya Rp 150 juta.

"Sehat ayeuna mah? Kade jaga awak. Nurut ka dokter (sehat sekarang? Awas jaga badan. Nurut sama dokter)," tutur Dedi sambil berfoto bareng dengan sang anak.

Dalam kesempatan itu pun sang ibunda merasa bersyukur karena Nuron yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara telah berangsur pulih. Meski pun saat ini masih harus rutin kontrol atau dalam status rawat jalan.

"Alhamdullilah sudah semakin baik. Terima kasih Pak Dedi sudah banyak perubahan, dan dibantu seperti ini. Semoga program kesehatan gratis itu bisa berlanjut ke Jabar," pungkas Ida. (tor/tor)


Berita Terkait