Bupati Dedi Bersepeda Kontrol Malam Takbiran, Pelajar Pengguna Motor Kocar-kacir

Bupati Dedi Bersepeda Kontrol Malam Takbiran, Pelajar Pengguna Motor Kocar-kacir

Tri Ispranoto - detikNews
Minggu, 11 Sep 2016 23:37 WIB
Bupati Dedi Bersepeda Kontrol Malam Takbiran, Pelajar Pengguna Motor Kocar-kacir
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, melakukan pengecekan di beberapa titik jelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Senin, 12 September 2016. Dedi bersepeda keliling kota.

Dedi bersama beberapa anggota Satpol PP dan kepolisian berkeliling kota dengan menggunakan sepeda dari rumah dinasnya pada Minggu (11/9/2016) petang selepas solat Isya. Berbeda dengan biasanya, kali ini Dedi berkeliling tidak menggunakan baju hitam atau putih yang dipakai sehari-hari namun dia kali ini mengenakan pakain santai dan topi.

Saat berkeliling kota tersebut Dedi sempat dibuat 'gerah' dengan kendaraan warga yang terparkir sembarangan di sekitaran kawasan wisata Situ Buleud. Beberapa motor yang masih ada pengendaranya langsung diminta untuk memindahkannya ke tempat parkir yang sudah di sediakan. Sementara motor lain yang tak 'berpenghuni' langsung diangkut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak sampai di situ beberapa meter dari tempat itu, Dedi kembali menghentikan kayuhan sepedanya dan langsung menyalip motor yang dikendarai oleh tiga orang. Rupanya ketiga orang tersebut masih di bawah umur dan belum semestinya mengendarai sepeda motor.

Pada awalnya ketiga orang pelajar tersebut kaget karena tidak mengenali Dedi yang mengenakan pakaian tidak seperti biasanya. Bahkan pelajar tersebut mencoba melarikan diri namun berhasil dicegah karena sepeda Dedi berada tepat di bagian motor sementara di bagian belakang juga dihalangi oleh sepeda yang dikendarai oleh salah satu anggota polisi.

"Sudah bertiga, pakai motor gak punya SIM, gak pakai helm juga. Sudah tau kan aturannya kalau pelajar bawa motor tidak akan naik kelas?," tegas Dedi saat menegur pelajar tersebut.

"Nanti motor ambil harus oleh orang tua di rumah dinas," tegas Dedi kembali sambil mencabut kunci motor pelajar tersebut.

Melihat pelajar tersebut ternyata 'dirazia' oleh Dedi, para pengendara motor lain yang terlihat masih berusia muda langsung kocar-kacir karena takut mengalami nasib yang sama dengan pelajar sebelumnya.

Usai berkeliling kota, Dedi pun menyapa warga yang tengah menghabiskan waktu malam jelang Idul Adha di sebuah tempat makan tak jauh dari kawasan wisata Situ Buleud. Di tempat itu pun Dedi sejenak bersantai dan makan malam sebelum nantinya akan melanjutkan berkeliling kota.

Ditemui di sela-sela istirahat, Dedi menegaskan, tindakan 'razia' yang dilakukannya terhadap pelajar adalah bagian dari penegakan peraturan yang telah dicanangkan sejak lama. Dengan tindakan tegas itu diharapkan menimbulkan efek jera sehingga semakin sedikit dan tidak ada lagi pelajar yang menggunakan motor.

"Ini bukan hanya sudut pandang kecelakaan. Tapi juga aspek di mana anak dewasa sebelum waktunya. Kebanyak pelajar yang jalan-jalan pakai kendaraan adalah mereka yang berasal dari ekonomi kurang mapan dan tinggal di desa. Sehingga jangan salahkan kalau sekarang Indonesia kurang daging, telur, dan bahan pokok lainnya. Karena aspek produktif dan kreatif anak sudah teralihkan dengan hal semacam ini," pungkas bupati yang akrab disapa Kang Dedi itu.

(jor/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads