Dengar Nasib Pak Anda Eks Tukang Kebun Gedung Sate, Ridwan Kamil Bantu Beri Kontrakan

Dengar Nasib Pak Anda Eks Tukang Kebun Gedung Sate, Ridwan Kamil Bantu Beri Kontrakan

Baban Gandapurnama - detikNews
Sabtu, 10 Sep 2016 15:47 WIB
Dengar Nasib Pak Anda Eks Tukang Kebun Gedung Sate, Ridwan Kamil Bantu Beri Kontrakan
Foto: baban/detikcom
Bandung - Kisah derita Pak Anda (80), penghuni gubuk reyot, didengar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Emil, langsung bergegas meninjau rumah tidak layak huni yang ditempati Anda bersama empat orang lainnya terdiri anak, menantu dan dua cucu.

Selama enam tahun terakhir atau sejak 2010 lalu Anda dan keluarganya tersebut tinggal di rumah berdinding bilik ukuran 2 x 2 meter. Lokasinya di bantaran Sungai Cidurian, RT 8 RW 14, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong.

Kepada Emil, Sabtu (10/9/2016), Anda yang pernah bekerja sebagai tukang kebun di Gedung Sate, mengungkapkan bahwa dia sebelumnya memiliki rumah permanen di kawasan Babakan Surabaya yang dijual kepada kenalannya. Hal itu terjadi setelah istri Andan, Kurnianingsih, tutup usia pada Desember 2009 karena sakit. Mengingat harus melunasi utang biaya pengobatan stroke istrinya semasa hidup, Anda terpaksa menjual rumah itu atas saran anak-anaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seketika kemiskinan melanda Anda sehingga membangun gubuk di tepi Sungai Cidurian. Padahal mendirikan tempat tinggal di bantaran sungai merupakan tindakan ilegal.

Mendengar warganya dalam situasi mengkhawatirkan, Emil turun tangan guna memberikan solusi. "Mungkin karena tidak ada pilihan akhirnya membangun rumah bilik yang tidak layak, tidak sehat, tidak baik dan tidak legal," tutur Emil.

Usai melihat ke lokasi rumah tak layak huni tersebut, Emil memerintahkan Camat Kiaracondong untuk mengecek apartemen rakyat di kawasan Rancacili, Kota Bandung. Tujuannya sebagai alternatif bagi Anda dan keluarganya menghuni apartemen tersebut.

"Solusi kedua, agar tidak tinggal di tempat bilik dan ilegal, camat saya perintahkan untuk mencari kontrakan di daerah ini. Biayanya dari saya, sehingga besok lusa sudah bisa pindah," ujar Emil.

Selain itu, Emil meminta kepada aparat kewilayahan mulai RT, RW, lurah hingga camat di Kota Bandung agar segera melaporkan jika ada masalah kemiskinan ekstrem. Segala persoalan menyangkut warga, kata Emil, harus diselesaikan dengan mengedepankan solusi secara cepat.

Pak Anda menyambut antusias adanya solusi dari Emil. Dia tampak senang. Lelaki kurus ini mau saja pindah ke rumah kontrakan yang lokasinya masih di kawasan Babakan Surabaya.

Soal tawaran pindah ke apartemen rakyat di Rancacili, Anda belum mau memutuskan secara sepihak. "Nanti saya ngobrol dulu sama anak bungsu (Aris Sutrisna), mau atau enggak ke apartemen," ucap bapak tiga anak ini.

Sementara itu, Mira Mariana (35), menantu Anda, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkot Bandung. "Tadi kata lurah, kami disiapkan rumah kontrakan. dekat di daerah ini," ucap Mira.

Aris, suami Mira, belum lama ini bekerja serabutan di Sukabumi, Jabar. Memang selama ini atau hampir enam tahun, Mira menjelaskan, Aris menganggur. "Saya yang urus bapak (Anda). Kalau sehari-hari buat makan dan kebutuhan lainnya, saya jualan muncang," tutur Mira.

(bbn/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads