Ada 21 bus yang akan melayani keberangkatan para jemaah dari pemondokan ke Arafah. Setiap maktab akan mengatur jadwal keberangkat jemaah sesuai kebutuhan. Dengan kapasitas bus masing-masing sekitar 45-50 orang, maka setidaknya ada 1.000 orang yang bisa terangkut dalam sekali fase perjalanan. Total jumlah jemaah per maktab rata-rata 3.000 orang.
Tahap pemberangkatan pertama, pukul 07.00-11.30 Waktu Saudi. Tahap kedua akan berlangsung pukul 13.00-16.00 Waktu Saudi. Kemudian tahap ketiga mulai dari pukul 16.00-24.00 Waktu Saudi atau sampai selesainya semua jemaah ke Arafah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jemaah haji secara bergelombang bergerak ke Arafah. (Foto: Rachmadin/detikcom) |
Pantauan detikcom di pemondokan 604, para jemaah berangsur-angsur sudah menaiki bus untuk menuju Arafah. Mereka naik bus shalawat berlogo 'Indonesia' yang terus menerus datang secara bergantian.
"Sudah siap," kata jemaah asal Jakarta, Imam.
Beberapa jemaah terlihat membawa tas-tas besar. Ada juga yang sekadar membawa kantong plastik berisi makanan. Wajah-wajah sumringah penuh semangat terlihat.
"Ini buat sampai Mina nanti," kata seorang jemaah wanita saat ditanya soal bawaannya.
Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat sebelumnya mengatakan, para jemaah akan mendapat jatah makan 15 kali plus snack selama fase Armina. Namun makan pertama baru akan diberikan pada tanggal 10 September malam. Karena itu, jemaah yang berangkat pagi harus membawa bekal makan siang untuk persiapan di Arafah.
Arsyad menyebut, jemaah bisa membawa roti atau makanan siap saji seperti Albaik atau lainnya. Di Arafah, tidak ada penjual makanan. "Jemaah yang berangkat pagi hari, harus mempersiapkan diri membawa makanan, baik roti atau lainnya. Ini penting karena di Arafah kita tidak akan mendapatkan orang yang jualan," kata Arsyad.
Selain jemaah yang langsung ke Arafah, ada juga beberapa jemaah yang memilih memulai haji lewat Mina. Mereka menjalankan ritual yang disebut tarwiyah. Sejak Jumat (9/9) malam, sampai dinihari, ada beberapa jemaah yang sudah berangkat ke Mina dulu baru ke Arafah. Namun pemerintah Indonesia tidak memfasilitasi aktivitas ini karena sunah dan dikhawatirkan menguras fisik jemaah. (mad/aan)












































Jemaah haji secara bergelombang bergerak ke Arafah. (Foto: Rachmadin/detikcom)