"Kita bergerak dari Jakarta menelusuri Tol Cikampek ke Bekasi kemudian masuk ke Cikarang lalu Karawang terus sampai Palimanan sampai Brebes Timur ini. Relatif masih ada beberapa tempat yang padat memang, padat. Tetapi berhenti total tidak ada," ujar Tito yang didampingi Kakorlantas Irjen Agung Budi Maryoto di Gerbang Tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (10/9/2016).
Tito mengatakan beberapa bus yang berjalan lambat menyebabkan kepadatan. Selain itu, dia menyebut titik kepadatan juga berada di rest area.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito mengatakan ada 85 ribu kendaraan yang melintas dari Jakarta ke arah Cikampek di Gerbang Tol Cikarang Timur hingga malam tadi. Angka itu melebihi batas normal yang berkisar 65 ribu kendaraan di kala normal.
"Ya naik 20 ribu, lebih kurang naik 20 persen. Ada peningkatan, tadi terlihat waktu di jalan. Arus menuju timur memang ada peningkatan kepadatan dibanding menuju ke barat ya, tapi tadi tidak ada yang berhenti total. Perlambatan dikarenakan selain meningkat jumlah terutama beberapa kendaraan besar seperti bus dan rest area tadi," ucapnya.
Di lokasi yang sama, Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menyebut kepadatan di Gerbang Tol Brebes Timur terjadi pada pukul 04.00 WIB. Tito pun mengatakan bahwa kepadatan itu hanya sekitar 500 meter.
"Lebih kurang panjangnya 500 meter, jika dibanding pada tahun Idul Fitri lalu yang lebih kurang 20 kilometer, ini hanya 500 meter. Dan sekarang rekan-rekan sudah dapat lihat sendiri, sangat cair dan sangat lancar sekali. Hari ini kita semua mengucapkan Alhamdulillah," imbuhnya.
Waspadai Arus Balik
Untuk puncak arus mudik libur Idul Adha, Tito mengatakan prediksinya terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu ini. Dia berharap arus lalu lintas tetap lancar dan tidak ditemukan hambatan.
"Nanti malam ya kita lihat, karena hari Minggu diperkirakan sudah jauh menurun. Apalagi hari Senin jelas itu sangat menurunkan sekali, karena memang hari Idul Adha-nya," paparnya.
Saat memantau dari udara, Tito justru mengatakan hal yang perlu diwaspadai yaitu arus balik. Diprediksi, arus balik terjadi pada Senin sore hingga Selasa. Tito pun memerintahkan jajarannya untuk tetap siaga dengan kekuatan yang sama saat arus balik.
"Mungkin akan kita gelar kekuatan yang sama. Saya kira ini mungkin karena faktor penurunan jumlah kendaraan dibanding Idul Fitri. Hal itu juga karena ada kesiapan-kesiapan seperti misalnya rapat bersama yang dilakukan di Kementerian Perhubungan oleh pak Menhub kemudian dari kepolisian oleh Korlantas dan Kapolda, ada Kapolda Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan Lampung juga hadir plus juga dari BMKG, Kemenkes kemudian pengelola jasa jalan tol, Kemen PUPR. Kemudian didukung juga dengan teman-teman TNI ada di sini. Ini semua berkat rapat-rapat koordinasi lebih baik," kata Tito.
Selain itu, Tito mengatakan kesepakatan untuk pelarangan kendaraan besar masuk ke jalur tol dari Jakarta hingga Brebes cukup banyak berpengaruh pada kelancaran arus lalu lintas saat ini. Namun demikian, hal tersebut juga akan dievaluasi oleh Tito.
"Namun kita akan evaluasi yang tadinya kita targetkan tiga hari kendaraan besar termasuk truk, kalau memang situasi lancar seperti ini otomatis silakan jalan. Nanti akan kita komunikasikan kepada bapak Menhub supaya arus barang arus sembako bisa jalan kembali saya pikir itu," pungkasnya.
(dhn/dhn)











































