Dalang Amuk Massa Kejati NTB Dideteksi

Dalang Amuk Massa Kejati NTB Dideteksi

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2005 18:09 WIB
Jakarta - Aparat keamanan saat ini tengah menyelidiki siapa dalang amuk massa yang merusak Kejati Nusa Tenggara Barat (NTB) di Jl Langko, Mataram, pada Senin kemarin. Selain itu, Jaksa Agung juga meminta supaya penjagaan Kejati NTB ditingkatkan dengan koordinasi aparat kepolisian setempat.Hal ini disampaikan Kapuspenkum Kejagung Soehandojo di ruang kerjanya, Jl Sultan Hasanuddin, Jaksel, Selasa (29/3/2005). "Siapa dalangnya, sedang diselidiki. Tunggu penyelidikan polisi," katanya.Seperti diberitakan, Senin kemarin ribuan orang mengamuk dan melempari Kejati NTB dengan bebatuan. Mereka mendesak agar 9 eks anggota DPRD NTB periode lalu yang ditahan sebagai tersangka kasus korupsi APBD dibebaskan dan diubah statusnya menjadi tahanan kota.Apakah dalang kerusuhan itu kemungkinan salah satu tersangka? "Kemungkinan itu sedang dalam deteksi," jawab Soehandojo.Dan agar insiden itu tak terulang lagi, Jaksa Agung telah meminta polisi setempat meningkatkan penjagaannya. "Permintaan tersebut untuk menghindari kericuhan yang sempat terjadi kemarin di NTB. Kami akan tetap melanjutkan proses penanganan kasuskorupsi tersbeut dengan adil dan tidak diskriminatif," katanya.Kejagung sangat menyesalkan kerusuhan tersebut karena seharusnya Kejaksaan mendapat dukungan dari masyarakat dalam menangani kasus korupsi. "Sangat menyesalkan. Kejaksaan yang sedang serius menangani kasus korupsi mestinya mendapat dukungan yang sepaham dari masyarakat," kata Soehandojo.Ditambahkannya, Jaksa Agung mengintruksikan Kejati di seluruh Indonesia lebih meningkatkan kewaspadaannya terutama dalam mengamankan personel, berkas perkara, barang bukti dan isi kantor. "Hal ini sudah diinstruksikan sejaka danya pembakaran rumah Kajati Bengkulu," demikian Soehandojo.Seperti diketahui, akhir tahun lalu rumah Kajati Bengkulu dibakar ludes oleh Walikota Bengkulu Chalik Effendi yang tidak suka Kejati Bengkulu menangani kasus korupsi yang melibatkan dirinya. (nrl/)



Berita Terkait