Korban Tewas di Gunung Sitoli 220, Nias Selatan 100 Orang
Selasa, 29 Mar 2005 17:33 WIB
Jakarta -
Akibat gempa di pantai barat Sumatera korban tewas di Gunung Sitoli mencapai 220 jiwa. Korban tewas di Kabupaten Nias Selatan mencapai 100 orang. Hal ini disampaikan Sekeretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara Muhyan Tambuse dalam laporan yang dikirimkan kepada ketua Bakornas PBP (Penanggulangan Bencana alam dan Pengungsi), Medan, Selasa (29/3/2005)."Kerusakan yang ditimbulkan di ibukota Kabupaten Nias (Sibolga) ini mencapai 85%," ujar Muhyan yang juga Sekretaris Posko Penghubung Medan untuk bencana.Gempa yang juga meluluhlantakan Kabupaten Nias Selatan ini telah menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur di wilayah ini hingga mencapai 80 %.Sementara itu, akibat mengungsi karena gempa satu orang dipastikan meninggal dunia dan dua orang luka berat. Insiden ini terjadi di Sibolga sekitar 300 meter dari Medan. "Jatuhnya korban diakibatkan karena kelelahan dan terjatuh ketika sedang panik mengungsi," ujar Muhyan dalam laporannya.Laporan Muhyan juga menjelaskan bahwa kondisi rumah-rumah di Jalan Ahmad Yani, dr Sutomo, Perintis Kemerdekaan, S Parman dan Diponegoro mengalami retak-retak akibat gempa semalam. Gempa berkekuatan 8,2 SR itu juga merobohkan TK Aisiyah di Jl Tenggiri, Sibolga. LongsorGempa semalam menyebabkan longsor di kabupaten Dairi. Longsor sepanjang 5 meter dengan ketinggian 10 meter terjadi di jalan utama Sidikalang menuju medan. Longsor juga terjadi di jalan menuju Tiga Lingga-Tanah Pinem yang merupakan jalur menuju Aceh Tenggara.Longsoran terjadi pada tiga lokasi, diantaranya di KM 2,5 dan 21. Selain di Dairi, longsor juga terjadi di kabupaten Tapanuli Utara di 6 titik. Longsor di Tapanuli Utara diantaranya terjadi di Jl Negara, Padang Sidempuan. Jalan ini merupakan jalur menuju Tarutung, akibatnya jalan ini terputus. Pada jalan tersebut juga terrlihat satu unit gereja serta 10 unit rumah penduduk di kecamatan Pahae Jae rusak berat.
(ism/)










































