"Jadi S ini perannya menggambar atau membuat denah rumah Pak Asep," terang Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/9/2016).
Hendy menerangkan, dalang perampokan, AJS (38) mengajak S karena S lebih banyak tahu soal kondisi di dalam rumah korban. Sebab, S pernah menjadi sopir Asep ketika masih bekerja di PT ExxonMobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum eksekusi, AJS mengajak S melakukan perampokan itu satu bulan yang lalu, tetapi sempat menolaknya. S baru menyatakan ikut serta dalam perampokan itu satu minggu sebelum eksekusi.
"Kemudian, Jumat 2 September, S ditelepon oleh John (AJS), kemudian diajak ketemu di TS Kodar Karawaci. S juga ikut kumpul di hotel di Ciputat saat perencanaan," sambungnya.
Dengan melibatkan S, lanjut Hendy, sangat memudahkan bagi AJS untuk melancarkan perampokan tersebut. Tetapi, saat eksekusi, S tidak ikut masuk ke dalam rumah korban.
"Saat AJS dan SA masuk, S menunggu di luar rumah untuk mengawasi apabila ada sekuriti," lanjut dia.
S saat ini masih diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya setelah menyerahkan diri pada pukul 14.30 WIB tadi. Dengan ditangkapnya S, lengkap sudah total 5 pelaku tertangkap. (mei/rna)











































