"Sudahlah. Nanti suatu saat aku akan bicara. Tapi bukan sekarang. Nanti suatu saat aku akan bicara," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Jumat (9/9/2016) petang.
Seperti biasanya, Wali Kota Surabaya ini menganggap jika semua terjadi atau jadi maju ke Pilkada DKI merupakan kehendak Tuhan, bukan keinginannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meminta maaf untuk tidak bisa berbicara banyak yang menyeret namanya dalam bursa cagub DKI. Namun Risma enggan mengungkapkan siapa yang melarang untuk berbicara Pilkada DKI.
"Cuma aku nggak bisa ngomong sekrang karena memang aku dilarang. Ada yang melarang. Pokok aku nggak mau, aku komitmen tidak ngomong, jadi kalau nanti ada perubahan itu yang nurunkan Tuhan, itu benar-benar Tuhan, sudah bukan manusia lagi, dan itu sudah ngomongnya takdir," pungkas Risma.
(ze/dra)











































