"Situasi normal dengan 7 gate. Ya belum kelihatan antrean hingga pada saat nanti malam sekitar dari jam 20.00 WIB dan jam 21.00 sampai dengan dini hari itu pasti ada peningkatan. Karena prediksi kita, orang baru pulang kantor, istirahat dulu. Di Karawang juga tanda peningkatan masih satu dua," kata Pudji di Brexit, Jumat (9/9/2016).
Mantan Kakorlantas Polri tersebut menyoroti masih banyaknya truk bersumbu 2 atau lebih yang masih banyak melintas. Padahal menurut surat edaran yang dirinya keluarkan, mulai tanggal 9 September hingga 12 September besok, truk-truk tersebut tidak diperbolehkan melintas.
"Yang kedua, saya masih lihat juga ada beberapa truk yang sumbu lebih dari 2. Ini boleh dikatakan sisa dari perjalanan Jakarta yang pagi berangkat," lanjutnya.
Dirinya sudah memberi arahan pada Kepala Dinas Perhubungan untuk menertibkan truk-truk tersebut bila kondisi di tol sudah mengalami kepadatan. Bila truk tersebut tetap memaksa untuk melintas, Pudji meminta untuk truk tersebut ditindak tegas.
"Apabila memang jalan masih landai dan normal, ya silahkan saja (truk melintas). Tapi begitu kemudian dia (tol) padat dia (truk) harus diistirahatkan dulu, dimasukkan ke kantong-kantong parkir," ujar Pudji.
"Tapi kalau dia (truk) maksa juga (jalan), saya perintahkan ditindak tegas," tegasnya.
Dirjen Perhubungan Darat sendiri sudah menyediakan kantong-kantong parkir dibeberapa tempat. Seperti di rest area dan rumah makan untuk di jalan pantura. Selain itu, SPBU juga bisa dijadikan sebagai kantor parkir truk-truk tersebut.
"Kantong parkir yang pertama di tempat rest area. Kemudian di tempat rumah makan yang besar di jalur Pantura. Kemudian ada juga pompa bensin," tutupnya. (dra/dra)











































