Takut Flu Burung, Unggas Boyolali Ditolak Masuk Solo

Takut Flu Burung, Unggas Boyolali Ditolak Masuk Solo

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2005 17:06 WIB
Solo - Kematian puluhan ribu unggas di Boyolali menimbulkan kecemasan di pasar unggas Solo. Unggas yang berasal dari daerah yang diindikasikan terkena flu burung tersebut ditolak masuk Solo dengan alasan menjaga kesehatan dan semakin meluasnya wabah mematikan itu.Dinas Peternakan Jateng telah menyatakan bahwa ternak unggas di empat kabupaten di daerahnya diindikasikan diserang flu burung. Empat daerah itu adalah Boyolali, Tegal, Sragen, dan Karanganyar. Di Boyolali, menurut Dinas Peternakan, flu burung membunuh lebih dari 80 ribu ekor puyuh."Sudah beberapa hari terakhir ini tidak ada unggas, baik ayam maupun puyuh dari Boyolali yang masuk ke Solo. Para pedagang di pasar unggas Solo sendiri yang berinisiatif menolak," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkot Solo, Sayono Amiradji, Selasa (29/3/2005).Setiap harinya rata-rata 10 ribu unggas dari berbagai kota disetorkan ke Pasar Unggas Semanggi Solo. Sebelum ada pemberitaan mewabahnya kembali flu burung, ribuan ayam dan puyuh dari Boyolali selalu disetorkan ke pasar ini. Untuk jenis puyuh misalnya, selama ini pedagang di Pasar Semanggi mengandalkan setoran dari para peternak puyuh di Klego, Boyolali.Untuk mengantisipasi kekurangan jumlah dagangan, para pedagang mendatangkan unggas dari daerah yang dinilai lebih aman dari penyakit flu burung. Ternak itu didatangkan diantaranya dari beberapa kota di Jawa Timur, Wonogiri serta peternak di dalam Kota Solo. Dari Pasar Semanggi, unggas-unggas itu selaindidistribusikan untuk konsumsi warga kota, sebagian besar dikirim ke Jakarta."Selain ada inisiatif pedagang, kami juga melakukan antisipasi agar wabah flu burung tidak masuk ke Solo. Kami menyediakan dana Rp 101 juta untuk pencegahan. Langkah yang kami lakukan adalah pengawasan secara ketat terhadap lalu lintas unggas serta melakukan penyemprotan kendaraan pengangkut ternak sebelum masuk ke pasar," ujar Sayono Amiradji. (nrl/)


Berita Terkait