"Yang palsu-palsu memang lah, aduh. Ini tentu karena perbuatan, selalu yang palsu itu karena ada yang membuat dan ada yang membeli. Itu masalahnya. Ada yang membeli dengan ditipu, ada juga yang dengan sengaja, mau murah. Dia pikir obat ini expirednya dua-tiga bulan, Ok-ok lah. Tapi tentu tetap salah," ujar JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2016).
Karena itu, tugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengintensifkan pengawasan salah satunya melakukan inspeksi mendadak (sidak). BPOM juga aktif melibatkan pemerintah daerah dalam menjalankan tugasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, JK berharap agar masyarakat diberikan pemahaman salah satunya melalui media massa mengenai bahayanya obat kedaluwarsa. Konsumen juga diminta membiasakan diri melakukan pengecekan saat membeli obat atau produk makanan lainnya.
"Kalau boks asli atau malah tabletnya masing-masing selalu ada expired date di situ. Jadi dokter atau siapa pun harus mengajarkan konsumen juga.
Jadi intinya pengawasan yang lebih kuat. Kedua, pengetahuan masyarakat harus ditingkatkan. apa arti expired, supaya jangan salah atau sengaja membeli seperti itu," imbuh JK.
Peredaran obat ilegal saat ini digencarkan pengusutannya oleh Tim Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama dengan BPOM. Pengecekan toko obat dan dilakukan di Pasar Pramuka, Jaktim. Hasil pengecekan di pasar Pramuka, Rabu (7/9), ditemukan beberapa apotek yang menjual obat kedaluwarsa. Selain obat yang kedaluwarsa, penjualan obat itu juga tidak ada surat izinnya.
Para penjual menggunakan modus mengganti tanggal serta tahun kedaluwarsa obat. Selain itu, BPOM bersama Bareskrim Polri juga menggerebek gudang dan pabrik obat-obatan ilegal di Balaraja, Tangerang, Banten. (fdn/bag)











































