Akibat Gempa, Gereja Paroki Keuskupan Gunung Sitoli Roboh
Selasa, 29 Mar 2005 16:41 WIB
Jakarta - Akibat gempa 8,2 SR, 60 persen gedung di kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias hancur. Gereja Paroki Keuskupan Gunung Sitoli juga menjadi korban. Gedung dan menaranya roboh. Gereja ini terletak di Jl. Karet No. 33, Gunung Sitoli dan bernama Pastoran Konkatedral Santa Maria. Saat gempa 26 Desember 2004 lalu, tempat ini menjadi salah satu posko korban bencana gempa dan tsunami. Kini, gereja ini roboh akibat gempa yang terjadi pada Senin (28/3/2005) pukul 23.09 WIB itu. "Gedung pastorannya hancur. Tapi, para pastor selamat," kata Pastor Hans dari Keuskupan Sibolga, Sumatera Utara saat dihubungi detikcom, Selasa (29/3/2005). Menurut Pastor Hans, di Pastoran Santa Maria, terdapat empat pastor. "Mereka selamat dan mengungsi ke arah perbukitan, tapi masih berada di Gunung Sitoli," ungkapnya. Dahsyatnya gempa ini juga membuat roboh menara gereja. "Padahal, menara gereja cukup kokoh dan memiliki ketinggian 10 meter lebih," ujarnya. Di Nias sendiri, terdapat 14 paroki Keuskupan. "Tapi, informasi yang kami dapat, kerusakan paling parah terjadi di Gunung Sitoli, Lahewa, dan Teluk Dalam. Nasib gereja di Lahewa, kami belum mendapatkan informasi, karena jaringan telepon terputus," ungkapnya.
(asy/)











































