Direkonstruksi, Ternyata Awalnya Penculik Tak Incar Sofia Mahasiswa Unsoed

Direkonstruksi, Ternyata Awalnya Penculik Tak Incar Sofia Mahasiswa Unsoed

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 09 Sep 2016 13:08 WIB
Direkonstruksi, Ternyata Awalnya Penculik Tak Incar Sofia Mahasiswa Unsoed
Rekonstruksi penculikan Sofia, mahasiswi Unsoed (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas - Polres Banyumas melakukan rekonstruksi atau reka ulang peristiwa penculikan terhadap mahasiswi Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Sofia Nur Atalina (20), setelah otak pelaku penculikan tertangkap.

Rekonstruksi dilakukan usai Deni Prianto (35) alias Pepe asal Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan Banjarnegara tertangkap di Dusun Cipari Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat oleh petugas dari Polres Ciamis bersama petugas dari Polres Banyumas tak jauh dari lokasi penangkapan tersangka lainnya Wahyu Budiarto (24).

Rekonstruksi dilaksanakan di depan sebuah tempat fotokopi yang berada di depan pintu gerbang masuk Fakultas Kedokteran Unsoed. Pelaku memperagakan mulai dari mencari target dengan menggunakan mobil pikap, Mitsubishi T120 SS, hingga menetapkan target dan melaksanakan aksi penculikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto: Arbi Anugrah/detikcom

"Jadi saat mencari target, sebenarnya korban ini bukan target awal mereka, tapi target awal mereka adalah mobil Yaris yang terparkir di belakang mobil pikap mereka. Jadi ada Brio, pikap dan Yaris. Target Yaris tersebut lebih dahulu pergi dan saat tidak terkejar oleh para pelaku. Kemudian mereka kembali lagi ke lokasi tersebut dan menetapkan target mobil Brio," kata Kapolres Banyumas, AKBP Gidion Arif Setyawan di lokasi rekonstruksi, Jumat (9/9/2016).

Dari rekonstruksi tersebut diketahui otak dari aksi penculikan ini adalah tersangka Pepe. "Setelah dilakukan penangkapan kedua terhadap tersangka D alias Pepe ini yang diindikasikan awal sebagai pelaku utama atau aktor intelektualnya," katanya.

Menurut dia, Pepe mengatur semua rencana hingga pergerakan teman-temannya agar aksi penculikan tersebut berjalan rapi, mulai dari dua pelaku yang langsung pergi membawa mobil pikap usai mendapatkan target dan tiga pelaku lainnya berada di mobil Brio dengan membawa korban.

Foto: Arbi Anugrah/detikcom

"Jadi semua inisiasi dan pengaturan dari dia (Pepe), dari rekonstruksi kita semakin yakin bahwa peran Pepe paling dominan dalam tindak pidana ini mulai dari dia mengintai target, menetapkan target, mengatur teman-temannya untuk melakukan tindakannya terhadap target," ujarnya.

Dalam rekonstruksi korban yang diperankan oleh polwan terlihat tidak berontak dan menerima semua yang diperintahkan para pelaku. "Sampai dia menghubungi dengan cara dia mengancam kepada korban agar korban tunduk atau diam mengikuti semua perintahnya, karena kalau tidak tunduk akan dilakukan dengan cara kekerasan sehingga korban dari rekonstruksi nrimo (trima)," jelasnya.

Sejauh ini, baru 2 pelaku yang ditangkap. Tiga orang lainnya masih buron.


(arb/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads