Sudah Bertemu, Ini 'PR' dari Sutiyoso ke Budi Gunawan Terkait BIN

Sudah Bertemu, Ini 'PR' dari Sutiyoso ke Budi Gunawan Terkait BIN

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jumat, 09 Sep 2016 10:41 WIB
Sudah Bertemu, Ini PR dari Sutiyoso ke Budi Gunawan Terkait BIN
Sutiyoso di Rapat Paripurna Kabinet/Foto: M Iqbal
Jakarta - Sutiyoso akan segera lengser dari jabatan Kepala BIN dan akan digantikan Komjen Budi Gunawan. Bang Yos mengaku telah menemui Budi Gunawan dan menyampaikan beberapa permasalahan di internal BIN yang akan dihadapi Komjen BG.

"Masyarakat belum tahu kondisi BIN sebenarnya seperti apa ya, personilnya 50% saja tidak ada dan itu sudah saya beri informasi itu kepada BG, agar ke depan terus dilengkapi personil itu untuk terus dilengkapi, harus mendekati 50%," kata Sutiyoso di Kompleks Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Jumat (9/9/2016).

Sutiyoso menjelaskan, Pilkada serentak 2017 akan menjadi tugas berat bagi BG. Oleh karena itu, setelah dilantik menjadi Kepala BIN, BG diminta Sutiyoso untuk melengkapi personilnya.

"Lembaga atau kementerian mana yang kekuatannya kurang 50%? tidak ada. Misalnya soal kasus Arcandra, kita harus tahu ya nggak bisa kita," jelas Bang Yos.

Oleh karena itu, Bang Yos meminta agar masyarakat tidak membebani Komjen BG dengan ekspektasi yang begitu tinggi. Tidak mungkin BIN mengetahui semua peristiwa yang terjadi di seluruh Indonesia.

"Masyarakat saya minta jangan terlalu berlebihan meminta BIN harus semua tahu, itu nggak mungkin lah. Di Amerika aja nggak seperti itu, apalagi kita ini 250 juta lebih, bagaimana seseorang melakukan sesuatu kita mesti tahu," tegasnya.

Meskipun demikian, Sutiyoso yakin di bawah kepemimpinan Komjen BG, BIN akan lebih maju. Apalagi, menurut Sutiyoso, BG adalah salah satu perwira tinggi polisi terbaik.

"BG ini kan kita tahu dia salah satu polisi terbaik yang kita miliki, dengan kapasitas seperti itu saya yakin dia bisa membawa BIN ke depan lebih profesional, disegani negara lain. Itu harapan saya," tuturnya.

"Ini (pergantian Kepala BIN) kan perintah dari panglima tertinggi TNI, Presiden itu. Jadi saya itu nyaris tidak ada masalah, karena bagi saya jabatan itu adalah amanah yang sifatnya temporer, artinya bisa dicabut kapan saja oleh pemberi, seperti ini. Tentu keputusan presiden telah dipertimbangkan masak-masak ya dan juga pasti sudah dikonsultasikan kiri kanan, sehingga dianggap keputusan terbaik. Saya mendukungnya, saya menerima," ujar Bang Yos. (Hbb/fjp)


Berita Terkait