Diplomasi Taktis ala Oesman Sapta Promosikan Pariwisata RI di Azerbaijan

Laporan dari Baku

Diplomasi Taktis ala Oesman Sapta Promosikan Pariwisata RI di Azerbaijan

Herianto Batubara - detikNews
Jumat, 09 Sep 2016 08:56 WIB
Diplomasi Taktis ala Oesman Sapta Promosikan Pariwisata RI di Azerbaijan
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Azerbaijan Albufas Garayef. (Foto: Herianto Batubara/detikcom)
Baku - Delegasi parlemen Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang mengadakan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Azerbaijan Albufas Garayef. Dalam pertemuan ini, Oesman mendorong agar kerja sama dua negara, khususnya pariwisata lebih ditingkatkan.

Oesman berkunjung ke kantor Garayef di Baku, Azerbaijan, Kamis (8/9/2016). Dia didampingi Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie, Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono, anggota Komisi X DPR RI Moreno Suprapto serta anggota Komisi I DPR RI Alimin Abdullah.

Foto: Herianto Batubara/detikcom


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedatangan Oesman dan rombongan disambut hangat oleh Garayef dan para stafnya. Garayef mengatakan, negaranya ingin semakin mempererat kerja sama dengan Indonesia dalam berbagai bidang, khususnya pariwisata.

"Karena Indonesia adalah negara muslim terbesar, kami mau lebih banyak orang Indonesia yang datang ke Azerbaijan, begitu pula sebaliknya," ujarnya.

Garayef mengeluhkan, hingga kini turis Indonesia yang berkunjung ke negaranya sangat kecil jumlahnya. Pada 2010, hanya ada 350 orang WNI yang berkunjung ke negaranya dan 2015 lalu hanya ada 800-an orang. Ini alasan kenapa dirinya ingin meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata.

"Saya pikir bapak selanjutnya bisa mendorong hal ini. Dari segi investasi, pariwisata, kami siap bekerja sama," ujar Garayef.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Azerbaijan Albufas Garayef. (Foto: Herianto Batubara/detikcom)


Menanggapi hal tersebut, Oesman sepakat Indonesia dan Azerbaijan harus meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata. Oesman menilai Azerbaijan adalah negara yang arsitektur dan tata kotanya sangat indah. Karena itu, dia yakin akan banyak WNI yang tertarik berkunjung ke negeri di tepi laut Kaspia ini.

Oesman menilai, selama ini kendala utama kerja sama kedua negara dalam bidang pariwisata adalah transportasi. Belum ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Azerbaijan dan sebaliknya. Ini mengakibatkan cost yang harus dikeluarkan wisatawan jauh lebih besar, sehingga akan sulit memilih Azerbaijan untuk tujuan berwisata meski negara ini sangat indah.

Foto: Herianto Batubara/detikcom


"Problem kita selama ini karena masalah transportasi. Pariwisata di Azerbaijan sudah bagus, menterinya juga sangat pintar. Tapi akan lebih pintar lagi kalau bisa mengirim pesawat sekali seminggu, penerbangan langsung dari Indonesia ke Azerbaijan. Apalagi kalau satu minggu tiga kali penerbangan, pasti kunjungan ke sini lebih banyak," ujar Oesman.

Garayef menilai usul Oesman itu masih sulit dilakukan. Dia merasa tak ada jaminan jumlah wisatawan dari Indonesia akan meningkat pesat ke Azerbaijan meski nantinya dibuat penerbangan langsung.

Perdebatan pun terjadi di antara keduanya. Oesman menilai, Garayef terlalu takut mengambil risiko. "Konkretnya harus ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Azerbaijan," ucapnya.

"Saya katakan, jangan seperti ayam dulu atau telur dulu. Azerbaijan adalah negara kaya, seluruh dunia tau. Walaupun ekonomi dunia sekarang sedang tidak bagus, tapi Azerbaijan tetap stabil. Anda pintar, cuma sayangnya kurang berani berinvestasi di bidang transportasi. Kalau negara Anda mau berinvestasi di bidang transportasi, kita akan backup 100 persen untuk marketnya," ujar Oesman mengkritisi.

"Untuk kirim 100 orang ke sini (Azerbaijan) gampang, yang penting kita heart to heartnya sudah sama belum pikirannya," sambungnya menegaskan.

Oesman berharap Garayef mau mengambil risiko menyediakan penerbangan langsung dari Indonesia ke Azerbaijan. Dia berjanji tak akan lepas tangan, namun mensupport penuh. "Karena ini nantinya akan menguntungkan Azerbaijan sendiri. Intinya, kunci tourism adalah transportasi. Sebab Azerbaijan adalah the future of tourism," ucapnya.

Dikritisi Oesman, Garayef pun berjanji akan mempertimbangkan hal itu. "Nanti akan saya bicarakan dulu dengan Presiden dan maskapai di sini," ujarnya.

'Serangan' Balik Oesman

Oesman kemudian juga menyebut bahwa jumlah wisatawan Azerbaijan ke Indonesia juga sangat sedikit. Dia membuka data, tahun ini hanya ada 50-100 orang warga Azerbaijan yang berwisata ke Indonesia. Karena itu, Oesman meminta agar segera dapat digelar pameran pariwisata atau festival budaya Indonesia secara besar-besaran di Azerbaijan.

Oesman mengatakan, jika bisa, pameran pariwisata Indonesia itu bisa digelar di bulan November tahun ini. Indonesia sudah siap. Hal ini juga sudah lama diperjuangkan oleh Dubes Husnan.

"Kami berharap bisa mengadakan pameran pariwisata di sini, dari seluruh provinsi di Indonesia. Minimal 60-70 persen dihadirkan di sini setelah kami mendapat kepastian tempat bulan November, sekitar tanggal 19 atau 20. Kasih kami tempat segera, kami akan datang dengan rombongan yang lebih banyak. Kalau perlu saya angkut semua orang Indonesia ke sini," ucap Oesman.

"Wah kalau sampai begitu, orang Azerbaijan bisa tidak kelihatan lagi," cetus Garayef. Seluruh orang yang ada di ruangan itu pun tertawa.

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Azerbaijan Albufas Garayef. (Foto: Herianto Batubara/detikcom)


Garayef menyambut baik usul diadakannya pameran pariwisata Indonesia di Azerbaijan. Dia berjanji akan melakukan pembahasan khusus dengan pemerintahannya. Dubes kedua negara juga akan diminta berkomunikasi intens untuk mewujudkan hal itu.

Selain itu, Oesman juga meminta agar pemerintah Azerbaijan memberi kebijakan bebas visa bagi warga Indonesia yang akan berwisata ke negara penghasil minyak ini. Apalagi Indonesia sudah lebih dulu menerapkan bebas visa bagi warga Azerbaijan yang berwisata ke Indonesia. Jika itu terwujud, Oesman meyakini keinginan Azerbaijan agar kunjungan wisatawan Indonesia meningkat drastis bisa segera terwujud.

"Baik, permintaan Anda (bebas visa bagi WNI ke Azerbaijan-red) akan kami bicarakan ke presiden kami," ucap Garayef.

Melihat usulan Oesman bagus, Garayef jadi tertarik agar pihaknya bisa mempromosikan Azerbaijan secara besar-besaran di Indonesia. Oesman menyambut keinginan Garayef itu dengan tangan terbuka.

"Silakan. Begini saja, kami undang Anda untuk diskusikan hal ini di Bali. Silakan bawa delegasi Anda dalam jumlah besar, tidak masalah. Kita akan bahas isu ini," ucap Oesman. Mendengar hal itu, senyum Garayef pun merekah.

Pertemuan yang diwarnai dialog cukup alot itu akhirnya berakhir dengan hasil menggembirakan bagi kedua negara. Oesman dan Garayef bertukar cenderamata sebelum berpisah. Keduanya tersenyum puas. (bar/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads