Acara tersebut diadakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tanggal 10-22 September 2016. Berbagai kegiatan dan lomba yang digelar meliputi pawai budaya Jawa, macapat, cerdas cermat budaya Jawa, tari Jawa dagelan Mataram, geguritan, dolanan gasingan, dolanan egrang, gobag sodor, karawitan, jemparingan dan pagelaran. Untuk saat ini, peserta kegiatan merupakan pelajar sekolah Muhammadiyah di DIY.
Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Arif Budi Raharjo, mengatakan pelaksanaan OBJ ini untuk mengapresiasi upaya melestarikan dan mengembangkan budaya Jawa yang sarat dengan nilai-nilai luhur. Hal ini selaras dengan keputusan sidang Tanwir Muhammadiyah di Denpasar tahun 2002 yang menetapkan konsep Dakwah Kultural.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY bidang Pendidikan, Tasman Hamami, mengatakan Muhammadiyah sebagai salah satu pilar keistimewaan DIY mempunyai konsen untuk melestarikan budaya Jawa. Selain itu, dia juga menyebut OBJ ini wujud partisipasi Muhammadiyah dalam mengisi keistimewaan DIY.
"Olimpiade Budaya Jawa sebagai bentuk pendidikan karakter, jati diri peserta didik di tengah arus budaya asing," ucapnya.
(dhn/dhn)











































