Ketua DPD I Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengaku tidak ingin buru-buru dalam ajang Pilgub Jabar. Dia lebih memilih membangun kembali citra Partai Golkar dengan membuktikan kerja nyata dan bukan sekedar wacana.
"Kita ingin melakukan penataan pada orientasi partai terdapap visi dan misi ke depan, juga mengembalikan watak karakter Partai Golkar yang hilang yaitu karya dan kekaryaan. Dan juga kita ingin menuntaskan terlebih dahulu struktural partai yang harus selesai pada Oktober nanti," jelas Dedi kepada wartawan di sela-sela acara MKGR di Kota Bandung, Kamis (8/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, Partai Golkar yang selama ini memiliki potensi besar di kalangan pemilih loyal yang rata-rata adalah masyarakat menengah ke bawah juga mulai melakukan serangkaian manufer dengan mempersiapkan 'pertarungan' dunia maya.
"Tapi dibanding kita di udara (dunia maya) ribut soal yang tidak penting seperti rasis atau menyerang seseorang yang kemudian berdampak pada konflik lebih baik kita adu gagasan saja. Bagaimana tren gagasan yang kita bangun dilempar ke dunia maya dengan bahasa yang keren dan bukti nyata. Bukan lebay-lebayan, tapi konkret," ucapnya.
Disinggung apakah dirinya siap meramaikan Pilgub Jabar dengan maju sebagai salah satu calon, Dedi lagi-lagi menegaskan saat ini hanya ingin fokus dengan pekerjaan yang salah satunya membangun jalur lingkar barat dan lingkar timur, membangun rumah rakyat miskin, dan juga menyelesaikan program 100 % rumah warga teraliri listrik.
"Kita tidak takut kalah start. Karena ini bukan balap motor," pungkas pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.
Seperti diketahui beberapa kandidat bakal calon yang akan meramaikan Pilgub Jabar telah bermunculan. Seperti Netty Heryawan, Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, Uu Ruzhanul Ulum, dan Dedi Mulyadi.
Dari sekian nama baru Uu yang berani mendeklarasikan diri sebagai bakal calon gubernur. Bahkan dia mendeklarasikan hal tersebut hanya beberapa saat setelah dilantik menjadi Bupati Tasikmalaya di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Sementara Ridwan Kamil mengaku akan memutuskan maju atau tidak sebagai gubernur pada Desember 2016 ini. (dhn/dhn)











































