Media Centre Haji |
Kepala Sektor 6 Mazdjad menerangkan, peristiwa ini terjadi pada pukul 10.15 Waktu Saudi, Kamis (8/9/2016). Saat itu, kamar sedang kosong karena para penghuninya sedang mengikuti bimbingan ibadah di lantai lain.
media centre haji |
Asap pertama kali terpantau oleh jemaah lain di lantai tersebut. Saat itu juga, para jemaah langsung melapor ke pengelola gedung dan dalam waktu singkat sekitar 30 menit api sudah bisa dipadamkan oleh pihak hotel. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi, tak sempat bekerja.
"Kamar ini dihuni oleh lima orang ibu-ibu dari Kloter BTH 09. Kamar ini berada dalam keadaan kosong," kata Mazdjad saat diwawancarai usai kejadian.
"Jemaah semua selamat," sambungnya.
![]() |
Tak ada kamar lain yang terbakar. Barang-barang yang hangus di antaranya kasur, rice cooker, selimut dan barang hotel lainnya. "Tak ada barang berharga jemaah yang terbakar atau hilang," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyebabnya karena korsleting ada colokan rice cooker dan hape. Korsleting di hape," tegas Mazdjad.
Ini adalah insiden kebakaran kedua di kawasan tersebut. Sebelumnya, ada jemaah yang membuang puntung rokok ke tumpukan sampah, sehingga menimbulkan api. Tahun lalu, ada juga kebakaran di pemondokan jemaah Indonesia yang dipicu oleh rice cooker di atas kasur.
![]() |
Panitia sudah sejak awal menyerukan pada jemaah agar tidak memasak apa pun di dalam kamar atau menggunakan rice cooker. Insiden tahun lalu sudah jadi pelajaran. Bahkan pihak hotel sudah menyediakan colokan khusus rice cooker di luar kamar, namun sayangnya seruan ini tak diindahkan.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin begitu mendengar kabar ini langsung meluncur ke TKP. Dia melihat lokasi kejadian sekaligus menemui para jemaah yang tinggal di sana.
![]() |
"Ini pelajaran yang sangat berharga agar tidak menggunakan alat-alat yang menggunakan daya listrik tanpa pengawasan dari kita," tegasnya
"Banyak barang yang tentu rusak. Tapi Alhamdulillah bersyukur semua penghuni kamar selamat," sambungnya.
Ke depan, pengawasan dan sosialisasi penggunaan listrik di kamar akan semakin digencarkan. Para panitia pun ditantang oleh Menag untuk bekerja lebih keras mengatur jemaah yang membawa peralatan listrik.
"Ini lebih karena ketidaktahuan," kata Menag.
![]() |
Satu lagi yang jadi perhatian Menag Lukman adalah masalah pemberian konsumsi. Dia menyadari, rice cooker yang dibawa jemaah karena jatah makan di Makkah yang hanya 12 hari, padahal masa tinggalnya lebih dari itu. Yang perlu dicatat, jatah makan hanya diberikan 12 hari atas pertimbangan faktor distribusi yang sulit ketika 5 hari menjelang dan sesudah wukuf di Arafah. Jalanan macet dan sangat sulit untuk mengirim makanan.
"Ini memang menimbulkan konsekuensi masing-masing jemaah harus mencari makanan dan masak di rice cooker," ungkapnya.
Karena itu, dia akan berusaha memikirkan solusi agar konsumsi jemaah bisa ditambah dalam gelar haji tahun depan. (mad/ega)











































Media Centre Haji
media centre haji


