Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Kamis (8/9/2016). Supartono menjelaskan, gajah remaja ini ditemukan di sekitar kawasan hutan Giam Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis, Riau.
"Gajah remaja ini ditemukan mati dalam embung sekitar jam 5 tadi pagi. Memang ada bekas luka di punggungnya, namun kita belum tahu pasti penyebabnya," kata Supartono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim sudah berusaha agar gajah itu keluar. Tapi gajah tersebut tidak beranjak. Tapi bila dilihat kondisi embung dengan air dangkal, gajah tersebut bisa keluar. Sehingga tim membiarkan saja," kata Supartono.
Diperkirakan gajah tersebut tidak bersedia keluar, lanjut Supartono, karena kondisi sakit. Dimana panas tubuhnya tinggi sehingga secara faktor alami gajah berusaha mendinginkan dalam kolam.
"Dugaan sementara, gajah ini mati karena kondisi sakit," kata Supartono.
Untuk memastikan penyebab sakit tersebut, lanjut Supartono, pihaknya sudah menerjunkan tim dokter hewan dari BBKSDA. Selain itu dibantu dokter hewan dari pecinta lingkungan Veeswice dari Medan.
"Tim dokter saat ini lagi melakukan autopsi gajah tersebut. Dari hasil otopsi nanti akan diketahui penyebab kematiannya. Begitu juga untuk mengungkap ada bekas luka di punggung gajah tersebut," tutup Supartono. (cha/trw)











































