Pertemuan berlangsung di tempat Jokowi menginap, yakni di Asem Villa, Vientiane, Laos, Kamis (8/9/2016). Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, ada empat topik yang dibahas dalam pertemuan itu.
"Pertama, tadi berbicara mengenai kunjungan Presiden ke Australia, tanggalnya sedang kita cari. Yang paling tepat koridornya adalah di bulan November. Ini merupakan pemenuhan dari undangan Perdana Menteri yang sudah lama, undangannya sudah ada dan sekarang disampaikan lagi dan Presiden menyampaikan kita coba koridor bulan November," kata Retno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daging ini tidak hanya terkait dengan impor beef. Jadi itu harus suistanable. Tidak hanya ingin membeli tapi juga kemudian menjadikan ketahanan pangan kita lebih suistainable," kata Jokowi.
Topik yang ketiga yakni masalah terorisme. Kerjasama ini sebelumnya sudah dibahas di dalam forum KTT ASEAN-Australia sehari sebelum pertemuan ini. Namun, dalam pertemuan tadi, kedua negara membahas lebih spesifik bentuk kerjasama yang akan dijalin.
"Kemarin dalam konteks ASEAN-Australia, kerjasama ini memang sangat mengemuka dan ada juga statement khusus mengenai masalah countering terorism. Dalam konteks bilateral, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerjasama countering terorism. Kita akan meningkatkan kerjasama di bidang intelejen, cyber juga akan kita tingkatkan, sehingga akan ada penguatan kerjasama countering terorism," jelas Retno.
Topik terakhir yang dibahas yakni berkaitan dengan kemaritiman. Jokowi ingin ada kerjasama antara Inonesia dengan Australia terkait pengamanan di wilayah perairan.
"Dua-duanya kita aktif di EEAS maupun di IORA. Di EEAS, Australia dan Indonesia akan menjadi negara pertama yang akan mengimplementasikan kerjasam di bidang maritim dalam konteks EEAS. Sementara di IORA itu juga kita sangat aktif mengajukan kerjasama maritim," kata Retno.
"Kita sampaikan bahwa Indonesia didukung oleh Australia. Tadi kita ditanyakan, di bagian mana Australia bisa memberikan dukungan kerjasamanya. Dan tadi Presiden menyampaikan. Karena dalam konteks IORA juga ada kerjasama dalam konteks blue economy yang juga diusung oleh Australia yang terus kita kerjasamakan. Jadi intinya di bidang keamanan kemaritiman," tambah Retno. (rjo/rvk)











































