Senjata api jenis Glock 26 dan jenis Walter PPK serta ratusan peluru disita dari rumah Aa Gatot di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada 29 Agustus 2016. Aa Gatot terancam dibidik UU Darurat No. 12/1951 dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Aa Gatot konsisten menyebut senjata api itu diperoleh dari Ary Suta, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Aa Gatot pernah menggunakan senjata api itu dua kali untuk latihan menembak pada tahun 2006. Ia juga mengatakan senjata api itu akan digunakan untuk properti Film Detaschment Police Officer (DPO)' dan Aa Gatot turut membintangi film tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dia mengaku pernah memiliki senjata api sebagai inventaris dinas saat menjabat sebagai Kepala BPPN. Ary Suta juga menceritakan kisah pertemanannya dengan Aa Gatot yang dianggapnya sebagai guru spiritualnya tersebut.
Begini kisah Aa Gatot dan Ary Suta:
1. Ary Suta Bantah Beri Senpi
|
Foto: Rachman Haryanto
|
Dalam pemeriksaan, polisi mengatakan Ary Suta membantah telah memberikan senjata api kepada Gatot. "Dia (Ary Suta) tidak mengakui bahwa dia pernah memberikan senpi itu ke Aa Gatot," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/9/2016).
Ary Suta mengaku pernah memiliki senjata api jenis jenis Walther peluru karet. Senjata api itu sudah dikembalikan ke dinas selepas dirinya tak lagi menjabat sebagai Kepala BPPN. "Sekarang dia ngakunya enggak punya senpi lagi," kata Budi.
2. Ary Suta Lihat Gatot Bawa Senpi
|
Foto: Rachman Haryanto
|
"Dia mengaku pernah melihat GB membawa, menggunakan senpi itu. Tetapi dia lupa kapan dan di mananya," imbuh Budi.
Ary Suta juga membantah pernah latihan menembak bareng Aa Gatot Brajamusti. "Dia tidak bilang pernah latihan nembak bareng. Cuma dia (Ary Suta) pernah latihan nembak di Perbakin, cuma dia bukan anggota Perbakin. Tapi dia latihan karena punya senpi dinas saat menjabat sebagai Kepala BPPN," jelas Budi.
3. Teman dan Guru Spiritual
|
Foto: Rachman Haryanto
|
"Hubungan pertemanan saja sejak 2004," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/9/2016).
Sejak perkenalannya itu, Ary Suta punya kedekatan dengan Aa Gatot Brajamusti. Bahkan Ary Suta ikut berguru spiritual di padepokan Aa Gatot Brajamusti. "Dia mempercayai Gatot saja sebagai guru spiritual sejak 2004, terus diajak juga ke padepokan beberapa kali," tambah Budi.
Selain bertemu di Padepokan, Ary Suta kerap bertemu Gatot Brajamusti di rumahnya maupun bertemu di tempat umum.
Aa Gatot Brajamusti ternyata juga tercatat sebagai penasihat di lembaga The Ary Suta Center. Lembaga ini milik Ary Suta yang duduk
sebagai Chairman dan Founder.
Lebih jauh, saat ditanya apakah selama menjadi murid Ary Suta mengkonsumsi narkoba bersama Aa Gatot, Budi menjawab, "Kita tidak tanyakan sejauh itu karena tidak termasuk materi penyidikan," ujar Budi.
4. Aa Gatot Tetap Konsisten
|
Foto: Rachman Haryanto
|
"Bahwa dalam pemeriksan tadi, Gatot Brajamusti tetap menyampaikan hal yang sama, bahwa dua senjata api dan ribuan butir peluru tersebut diperoleh dari saudara AS (Ary Suta)," jelas Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/9/2016).
Aa Gatot mengaku menggunakan dua pucuk senjata api jenis Glock dan Walter PPK untuk keperluan properti syuting film yang dibintanginya. Namun, senjata api tersebut sudah ia kuasai sejak tahun 2006 silam.
"Jadi untuk ribuan butir peluru dan dua senpi itu digunakan untuk properti film di 2014. Film 'Detaschement Police Officer (DPO)'," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/9/2016).
Namun alasan Gatot Brajamusti ini membuat polisi tidak habis pikir. Sebab, senjata api tersebut telah ia kuasai sejak tahun 2006 silam.
"(Untuk) keperluan film memang 2014, tetapi senjata itu juga sudah dipegang dimiliki saudara Gatot Brajamusti sejak 2006, sejak 10 tahun lalu," kata Budi.
5. Konfrontir Aa Gatot dengan Ary Suta
|
Foto: istimewa
|
"(AS) Tidak mengakui memberi senpi ke GB. Tapi penyidik nggak masalah, tinggal nanti kita konfrontir," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/9/2016).
Untuk mengusut kepemilikan senjata api ini, polisi juga akan meminta keterangan dari sejumlah saksi antara lain artis Elma Theana, Reza Artamevia, sutradara hingga pemain Film DPO. Baik Elma maupun Reza siap memenuhi panggilan polisi untuk memberikan keterangan.
Kepemilikan senjata api ini terus ditelusuri. Ancaman hukuman berat maksimal 20 tahun mengancam Gatot.
Halaman 2 dari 6











































