Antisipasi Macet Brexit, Masyarakat yang Mudik Idul Adha Isi Penuh Tangki BBM

Antisipasi Macet Brexit, Masyarakat yang Mudik Idul Adha Isi Penuh Tangki BBM

Bisma Alief, - detikNews
Kamis, 08 Sep 2016 09:57 WIB
Antisipasi Macet Brexit, Masyarakat yang Mudik Idul Adha Isi Penuh Tangki BBM
Foto: Edward Febriyatri Kusuma/detikcom
Jakarta - Polisi memberi saran agar masyarakat yang mudik ke kawasan Jawa Tengah dan Jawa Timur di saat libur Idul Adha menyiapkan kendaraan dengan baik. Yang utama kelayakan kendaraan dan ketersediaan BBM.

"Saya mengimbau kepada masyarakat nanti yang akan mudik tetap pertama hendaknya melihat kondisi kelayakan jalan kendaraan, dipastikan mungkin bannya, remnya, dan lampu penerangannya, kemudian hendaknya sebelum berangkat kondisi tangki BBM dalam keadaan full untuk mengantisipasi kalau terjadi kemacetan nanti," kata Kakorlantas Polri Irjen Agung Budi di Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Dia menyampaikan, saat ini di kawasan Cipali masih ada beberapa ruas jalan yang masih dalam perbaikan. Kemungkinan terjadi kepadatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selanjutnya mengantisipasi kelangkaan BBM, nanti di rest area di tol Cipali akan ada mobil tangki yang bersifat mobile dengan pompa bensinnya. Jadi untuk memudahkan masyarakat, jadi nanti mungkin pas mendekati Brebes BBM-nya kurang nanti bisa mengisi di rest area, tidak usah khawatir nanti ada petunjuk bahwa di rest area tersebut ada BBM," jelas dia.

Agung juga mengumumkan perihal aplikasi mudik online milik Polri. Dengan aplikasi itu nantinya akan diketahui berbagai titik macet. Termasuk dengan masyarakat berbagi info.

"Jadi namanya MOAN (Mudik Online Aman dan Nyaman). Harapannya masyarakat ikut berpartisipasi untuk entri data tersebut, nanti akan diupdate tiap bulan sampai lebaran tahun depan. Sehingga nanti sebulan sebelum lebaran saya sudah tahu masyarakat yang ada di Jabodetabek yang akan mudik berapa juta, kendaraan yang digunakan apa saja bisa tahu. Kemudian tanggal berapa berangkat. Nanti kita evaluasi ada suatu hari yang numpuk dan terjadi kemacetan panjang nanti kita koordinasi dengan instansi terkait. Apakah kita gunakan ganjil genap, atau alihkan lalin melalui tengah, selatan, utara. Kemarin kan kita nggak tahu, orang kan taunya cuma mudik. Partisipasi masyarakat untuk membantu petugas nanti," tutup dia. (dra/dra)


Berita Terkait