Korlantas Polri Gelar Apel Pengamanan Libur Idul Adha

Korlantas Polri Gelar Apel Pengamanan Libur Idul Adha

Bisma Alief - detikNews
Kamis, 08 Sep 2016 08:39 WIB
Korlantas Polri Gelar Apel Pengamanan Libur Idul Adha
Foto: Apel pengamanan Idul Adha (Bisma Alief/detikcom)
Jakarta - Korlantas Polri mengadakan apel antisipasi libur panjang Idul Adha. Apel dipimpin langsung oleh Kakorlantas Irjen Agung Budi Maryoto sebagai inspektur upacara. Upacara juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian PUPR.

Dalam pidatonya, Kakorlantas mengingatkan beberapa hal terkait pengamanan arus mudik dan arus balik selama Idul Adha. Pengamanan besok juga sebagai uji coba untuk kesiapan pengamanan Natal dan tahun baru 2017.
Foto: Apel pengamanan Idul Adha (Bisma Alief/detikcom)

Hal penting yang harus diperhatikan oleh anggota Korlantas selama libur Idul Adha tidak hanya terkonstentrasi pada saat mudik dan arus balik saja. Pengamanan saat salat Ied dan malam takbiran juga akan diperketat. Selain itu, pusat wisata dan pusat perbelanjaan, akan diperketat pengamanannya selama libur.

"Kemudian, pergerakan manusia, dari satu tempat ke tempat lain atau mobilisasi. Kita hadir untuk mengamankan yang kebetulan akan mudik ke kampung halaman. Karena itu saya ingatkan, berkaitan dengan pengamanan libur panjang, kita tidak boleh lengah dan harus waspada," kata Irjen Agung Budi saat pidato apel di lapangan Korlantas Polri, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2016).
Foto: Apel pengamanan Idul Adha (Bisma Alief/detikcom)

Kejadian di Jawa Tengah yaitu penemuan barang yang mirip bom juga menjadi perhatian dari Kakorlantas. Karena itu, Agung meminta kewaspadaan penuh anggotanya saat bertugas. Baik di jalan maupun di pusat-pusat keramaian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengamanan tidak boleh sendiri dalam satu pos, minimal 2 atau 3 anggota yang berjaga. Fungsinya selain untuk bergantian tugas juga untuk body system atau perlindungan," tegas Agung.

Agung mengingatkan kepada anggotanya untuk selalu bersikap humanis dan jangan arogan pada masyarakat yang memerlukan bantuan. Hal tersebut untuk meningkatkan simpati dan tingkat kepercayaan masyarakat pada kepolisian.

"Karena kita konsentrasi pada perlindungan kepada masyakat, maka berikan yang terbaik untuk mereka. Tidak boleh bersifat arogan tapi humanis. Berikan senyum, sapa dan salam pada yang butuh bantuan kita," tutup Agung. (miq/miq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads