"Saya daftar pada tahun 2014, lewat agen perjalanan di Palembang. Atas rekomendasi kakak kandung saya yang tinggal di sana," ujar Hidayat.
Hal ini disampaikan Hidayat di kediamannya di Jalan Imogiri Barat, Bantul, Rabu (7/9/2016). Hidayat mengaku tak menyangka perjalan niat berhajinya begitu berliku hingga masuk ke bui di Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat dan istri |
Sang istri, Titik mengatakan dia tak memahami soal kuota atau daftar tunggu yang berlaku. Baginya, hanya sebatas sang agen menjual jasa dan dia membelinya.
"Dia jualnya begitu, ya saya tidak tahu (soal kuota atau daftar tunggu)," kata Titik.
Hidayat mengatakan di saat-saat akhir waktu yang dijanjikan, dia diminta mengambil visa di Filipina. Saat itu, pensiunan BUMN yang terakhir bertugas di Semarang ini merasa ada yang tidak beres dengan perjalanannya.
Namun, karena desakan banyak pihak, Hidayat dan Titik memutuskan untuk tetap berangkat dengan mengikuti alur dari agen tersebut. Akhirnya pada tanggal 23 Mei mereka berdua berangkat ke Filipina dari Jakarta dengan didampingi seorang perwakilan agen perjalanan.
Beberapa waktu kemudian, Hidayat kembali menemui pemilik agen perjalanan di Palembang.
"Setelah Lebaran, saya ketemu dan saya minta uang saya dikembalikan. Saya tidak mau berangkat. Tapi dia membujuk kalau semuanya sudah diurus dan aman," tuturnya.
Ditambah dengan saran dari banyak pihak agar dia dan istrinya tetap berangkat.
"Tanggal 5 Agustus saya putuskan untuk benar-benar berangkat. Tanggal 17 Agustus berangkat dari Soekarno-Hatta, sampai Filipina 18 Agustus subuh," cerita Hidayat.
Foto: Sukma Indah P/detikcom |
Tiba di Filipina 18 Agustus subuh, Paspor Indonesia milik mereka kemudian dikumpulkan kepada agen perjalanan. Mereka mengaku tak curiga saat paspor -paspor miliknya diminta.
"Malamnya saat ke Bandara untuk berangkat ke Mekah, kami diberi paspor Filipina. Kami baru tahu kalau ternyata diberi paspor," imbuhnya.
Mereka kemudian ditahan ketika tiba di loket imigrasi. Keesokan paginya mereka dipindahkan ke kantor imigrasi Filipina, kemudian siang harinya merek dijebloskan ke bui.
"Saya tidak menyangka malah dipenjara. Tidak salah, tidak mencuri, tidak korupsi, tapi dipenjara," kata Hidayat. (sip/try)












































Hidayat dan istri
Foto: Sukma Indah P/detikcom