Djarot: Pemprov DKI Akan Segera Evaluasi Dana Hibah untuk Bamus Betawi

Djarot: Pemprov DKI Akan Segera Evaluasi Dana Hibah untuk Bamus Betawi

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 07 Sep 2016 15:10 WIB
Djarot: Pemprov DKI Akan Segera Evaluasi Dana Hibah untuk Bamus Betawi
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ingin agar dana hibah senilai Rp 4 hingga Rp 5 miliar dihentikan. Kini Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat menyatakan Pemerintah Provinsi DKI akan mengevaluasi pemanfaatan dana hibah itu, diduga untuk menjalankan kegiatan politik bersentimen Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA).

"Makanya perlu dievaluasi kegiatan dan bantuan dana," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Djarot menjelaskan tak semestinya dana hibah digunakan untuk kegiatan politik bersentimen SARA secara negatif. Melainkan, dana hibah seharusnya digunakan untuk pelestarian budaya Betawi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sepanjang berkaitan dengan pelestarian budaya apapun, khususnya Betawi, ya dipertahankan," kata Djarot.

Meski demikian, Djarot tak mau buru-buru menilai Bamus Betawi telah melenceng dari kegiatan utamanya menghidupi budaya. Bilapun ada penyimpangan, maka pelakunya adalah individu-individu dalam organisasi kemasyarakatan itu.

"Yang melenceng bukan Bamus-nya, tapi oknum yang menyalahgunakan dan memanfaatkan, yang mengatasnamakan Bamus Betawi," kata Djarot.

Budaya Betawi itu sendiri, menurut Djarot, punya karakter toleran. Bisa dilihat, Betawi menyerap pengaruh-pengaruh dari luar, termasuk kultur Tionghoa.

"Kalau politik, salurkan lewat parpol. Misalnya Pak Haji Lulung (Abraham Lunggana dari PPP) kan ada di Bamus Betawi. Kalau politik, salurkan ke parpol. Pak Haji Nachrowi Ramli (dari Partai Demokrat) kan dari Forkabi, salurkan ke partai. Tidak melalui Bamus Betawi," kata Djarot.

Sebelumnya, Ketua Umum Bamus Betawi sendiri menjelaskan bahwa pihaknya hanya meneruskan aspirasi, bahwa ada empat nama kandidat cawagub yakni Lulung, Nachrowi Ramli, Saefullah, dan Sylviana Murni. Empat nama itu diajukan ke partai-partai politik.

Kembali ke penjelasan Djarot, evaluasi akan dilakukan dengan mengundang Bamus Betawi. Mereka akan ditanya oleh Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprov DKI perihal aktivitas yang dijalankan.

"Evaluasi nanti kita undang mereka semua, maunya apa mereka. Seperti kemarin dia kan ada pertemuan hari Minggu di Hotel Sahid," tutur dia.

Proposal kegiatan dari Bamus Betawi juga bisa digunakan untuk melihat kegiatan apa yang dijalankan mereka. Djarot berharap kegiatan mereka tidak berkecenderungan politik praktis.

"Saya datang sendiri saksi loh ya ketika pada saat acara Lebaran Betawi.

Baca juga: Dibuka Djarot, Lebaran Betawi Tahun Ini Tanpa Kehadiran Ahok (dnu/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads