"ASEAN wajib menjaga rumah kita dan memastikan adanya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan," kata Jokowi di Gedung National Convention Centre (NCC) Vientiane, Laos, Rabu (7/9/2016).
Jokowi mengatakan, sejumlah aktivitas di wilayah Asia Tenggara berpotensi meningkatkan ketegangan dan mengakibatkan konflik terbuka. Bahkan, mekanisme yang ada saat ini seperti ASEAN Plu Three (China, Jepang dan Korea) serta ASEAN Regional Forum dan East Asia Summit (EAS) belum dapat membawa ketenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain isu keamanan, Jokowi juga menyinggung soal pentingnya kerjasama maritim. Jokowi berharap agar ASEAN dapat menerapkan komitmen kerjasama maritim yang telah disepakati pada pertemuan KTT East Asia Summit (EAS) 2015.
"Bagi saya, kerjasama maritim juga harus sungguh-sungguh atas sumber konflik di Laut, seperti pencurian ikan, sengketa wilayah, penculikan dan perampokan bersenjata. Jangan sampai aksi kriminal di Laut kita menjadi a new normal. Saya mendorong agar kita tingkatkan kerjasama keamanan di laut," kata Jokowi.
"Kita harus ambil tindakan bersama dan perkuat keamanan rumah kita masing-masing," tambahnya. (rjo/rvk)











































