Hidup PNS Tajir Pemilik 17 Mobil: Dari Rumah Petak Pindah ke Rumah Bertingkat

Kasus Saipul Jamil

Hidup PNS Tajir Pemilik 17 Mobil: Dari Rumah Petak Pindah ke Rumah Bertingkat

Nathania Riris Tambunan - detikNews
Rabu, 07 Sep 2016 14:29 WIB
Rohadi usai mengikuti sidang dakwaan (agung/detikcom)
Jakarta - Rohadi kini menghuni rumah tahanan KPK karena menerima segepok uang dari pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia. PNS Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) itu awalnya menghuni rumah petak dan setelah mapan pindah ke rumah bertingkat di permukiman menengah.

Rohadi awalnya tinggal di rumah petak di Rawa Bebek, Bekasi sejak awal 90-an. Satu dekade berlalu, ia pindah ke perumahan kelas menengah yang tidak jauh dari rumah pertamanya.
Rumah Rohadi yang ditinggali sejak awal 2000-an (chico/detikcom)

"(Rohadi tinggal di sini) Sejak awal tahun 2000-an. Saya tugas di sini sudah 16 tahun dan sejak saya di sini Pak Rohadi sudah ada," kata satpam Harapan Baru Regency, Supri saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/9/2016).

Perumahan itu memiliki akses langsung ke Jalan Raya Bekasi Barat. Hal itu berbeda dengan rumah Rohadi sebelumnya yang berada di sebuah gang kecil yang hanya bisa dilalui pejalan kaki. Rumah barunya itu memiliki dua lantai dengan garasi untuk dua mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rumah ini sempat diperiksa KPK beberapa bulan lalu," ujar Supri.

Di garasi rumah, tampak sebuah sepeda motor. Selain itu dipampang sebuah papan rumah dikontrakkan. Semenjak kasus Rohadi mencuat karena menerima segepok uang dari pengacara Saipul Jamil, keluarga Rohadi tak lagi menempati rumah itu.

"Setelah kasus, udah hilang begitu saja. Keluarganya juga mendadak hilang nggak tahu pergi ke mananya. Tahunya rumahnya kosong saja, kita juga kaget, engga ada bilang-bilang ke warga atau RT juga," tutur Supri.

Di komplek itu, Rohadi dikenal orang yang ramah dan berbaur dengan warga. Meski Rohadi pergi pagi dan pulang malam karena sibuk bekerja, tapi Rohadi masih menyempatkan diri bersosialisasi dengan masyarakat.

"Dia mah baik. Ramah banget sama kita keamanan juga baik banget suka ngajak ngopi. Suka becandain saya juga kalau lagi mainan Facebook. Pokoknya baiklah Pak Rohadi mah. Makanya kita denger kabar begitu, ikutan sedih. Namanya musibah," cerita Supri.
Rumah pertama Rohadi yang ditinggal dari tahun 1990-2003 (chico/detikcom)

Rohadi menginjakkan kaki pertama kali di Jakarta sebagai sipir penjara pada awal 90-an. Ia tinggal di rumah petak dan tidak memiliki kendaraan. Seiring waktu, ia menjadi Panitera Pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) dan kehidupannya makin baik. Rohadi kini memiliki 17 mobil, rumah sakit, proyek real estate, kapal hingga proyek water park.

Gaya hidup Rohadi mulai terungkap kala KPK menangkapnya karena menerima suap dari pengacara Saipul Jamil, Berthanatalia untuk mengkondisikan putusan Saipul Jamil. Dari penangkapan itu, KPK mengembangkan kasus dan menemukan berbagai kejanggalan atas kekayaannya. Untuk membuktikan keyakinannya, KPK mengenakan Rohadi dengan pasal pencucian uang. Sejumlah aset telah disita dan diamankan KPK. (asp/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads