"Dulu pernah punya (pistol) waktu dia jadi Kepala BPPN (sebagai) inventaris dinas," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanro kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/9/2016).
Senjata api kedinasan yang pernah dimiliki Ary Suta yakni jenis Walther peluru karet. Namun senjata api tersbut, diakui Ary Suta, sudah dikembalikan ke dinas selepas dirinya tak lagi menjabat sebagai Kepala BPPN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama pemeriksaan 3,5 jam, Ary Suta membantah memberikan senjata api jenis Glock dan Walther PPK kepada Aa Gatot Brajamusti. Dia juga membantah pernah latihan menembak bareng Aa Gatot Brajamusti.
"Dia tidak bilang pernah latihan nembak bareng. Cuma dia (Ary Suta) pernah latihan nembak di Perbakin, cuma dia bukan anggota Perbakin. Tapi dia latihan karena punya senpi dinas saat menjabat sebagai Kepala BPPN," jelas Budi.
Dari hasil pemeriksaan terhadap Ary Suta, ada perbedaan keterangan dengan Aa Gatot Brajamusti soal asal usul senpi jenis Glock dan Walther PPK. Untuk mengetahui yang senenarnya, polisi akan mengkonfrontir keduanya.
"Konfrotir itu pasti tapi tidak sekarang," pungkasnya.
(mei/aan)











































