"Itu PHK dari operator yang kami sanksi enggak mau lanjut. Tapi kami terima dia masuk kerja lagi kok dari sopir-sopir yang baik," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).
TransJ mengelola bus-busnya lewat banyak operator. Di antaranya, ada operator yang masih mengoperasikan bus-bus tak layak. Operator seperti itulah yang diputus kontraknya, otomatis para karyawan juga diberhentikan kontrak kerjanya.
"Oleh operatornya, operator yang kita putus, karena enggak memenuhi spesifikasi. Sekarang kamu lihat Trans Jakarta, ada enggak bus-bus jelek? Tahun lalu masih bus jelek, kami tidak mau lagi," kata Ahok.
Namun, para eks-karyawan TransJ itu akan diterima kembali bekerja di operator-operator TransJ. Soalnya, TransJ sedang butuh tenaga baru untuk mengimbangi kedatangan bus-bus baru yang semakin banyak.
"Oh kita terima. Kami akan beli bus, kami terima kok. Pindah operator boleh. Cuma kadang-kadang kan mereka mau minta pesangon, mau minta jasa, ya itu lain kasus," kata Ahok. (dnu/aan)











































