Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menjelaskan, jalan tersebut dikerjakan oleh pemerintah dibantu pihak TNI melalui program TMMD dan BSMSS dengan total anggaran mencapai Rp 150 miliar. Jumlah anggaran tersebut sudah termasuk pelebaran jalan dari semula enam meter menjadi sembilan meter.
Jalan tersebut, kata Dedi, akan melingkar mulai dari Kecamatan Cikopo yang berbatasan dengan Cikampek, Kabupaten Karawang, hingga Kecamatan Wanayasa yang berbatasan dengan Sagalaherang, Kabupaten Subang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dedi, nantinya jalan tersebut akan menyambung ke jalan lingkar barat menghubungkan akses warga yang selama ini terisolir karena menjadi 'korban' pembangunan Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur.
"Kalau potensi lingkar timur ini lebih pada sektor pariwisata. Karena banyak membelah hutan sehingga menarik untuk pariwisata yang bersifat alam," ucapnya.
Dedi berharap jalan tersebut bisa segera selesai dan tersambung dari lingkar timur ke lingkar barat. Sehingga dengan pembangunan tersebut pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Purwakarta bisa tumbuh pesat.
Pada Rabu ini, Pemkab Purwakarta bersama Kodim 0619/Purwakarta melalui program Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) mulai mengerjakan jalan dari Cijunti ke Ciparungsari dengan jarak mencapai 2,48 KM.
Jalan tersebut nantinya akan menyambung ke Jembatan Cijunti yang berbatasan langsung dengan Cisiluman, Kabupaten Subang. Sebelumnya jembatan tersebut sudah dibangun oleh Pemkab Subang, namun karena tidak sesuai spesifikasi dan terlalu sempit maka Pemkab Purwakarta tak mau meneruskan dan menggantinya dengan yang lebih kokoh dan lebar 12 meter. (dra/dra)











































