"Kalau itu (mempertimbangakan duet Risma-Djarot) kami masih terbuka," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan dalam perbincangan, Rabu (7/9/2016).
Meski begitu, PKB juga masih melihat perkembangan atau dinamika di lapangan. PKB DKI saat ini telah memutuskan untuk mendukung kader Gerindra, Sandiaga Uno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga disampaikan oleh politisi PKB lainnya, Maman Immanulhaq. PKB disebutnya masih melihat perkembangan dari partai lain.
"Secara pribadi saya melihat Risma-Djarot menarik. Sama-sama pernah menjadi kepala daerah. Skill keduanya mumpuni untuk mengurus Jakarta," ujar Maman saat dihubungi terpisah, Rabu (7/9).
Maman pun menyebut baik Risma dan Djarot cukup populer. Dianggap berhasil menjadi Wali Kota Surabaya, elektabilitas Risma yang paling ketat menyusul Gubernur Petahana DKI Basuki T Purnama (Ahok).
"Mas Djarot walaupun silent, beliau sangat bagus. Saya berkali-kali bertemu, dia punya visi yang baik untuk Jakarta. Tapi karena dia orang Jawa, dia lebih memilih banyak diam karena Ahok centil," tutur Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.
Bagi Maman, pertarungan di DKI akan sangat menarik jika ada tiga pasangan yang maju. Pertama adalah Ahok dengan cawagubnya, lalu Sandiaga dengan siapapun pasangannya nanti, dan pasangan dari PDIP sebab partai banteng tersebut bisa mengusung pasangan sendiri.
"PKB sangat menghormati teman di DPW. DPP akan melihat perkembangan politik dan memutuskan di saat-saat akhir. Secara subyektif, 3 pasangan di Pilgub DKI akan sangat menarik," tutup Maman.
(elz/van)











































