Ketua MPR Wayangan Empat Pilar, Mendikbud Jadi Dalang

Ketua MPR Wayangan Empat Pilar, Mendikbud Jadi Dalang

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 06 Sep 2016 23:50 WIB
Ketua MPR Wayangan Empat Pilar, Mendikbud Jadi Dalang
Sosialisi 4 Pilar dengan Wayang di Bengkulu (Dok. MPR)
Bengkulu - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan malam ini menghadiri acara pagelaran Wayang Kulit di Bengkulu. Bukan sekadar pertunjukan seni budaya, tetapi pagelaran ini menjadi salah satu metode sosialisasi 4 pilar.

Cara ini dilakukan karena wayang merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang di dalamnya sarat moralitas yang bersumber dari nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an.

"Atas dasar itulah kami meyakini bahwa melalui media wayang kulit ini kita dapat menggali kembali nilai-nilai luhur bangsa serta mengokohkan kepribadian bangsa Indonesia," ujar Zulkifli di halaman Kantor Walikota Bengkulu, Jl Jati, Bengkulu, Selasa (6/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sosialisi 4 Pilar dengan Wayang di Bengkulu (Dok. MPR)


Pagelaran wayang kulit ini mengambil tema 'Babat Alas Wisomarto'. Bertindak sebagai dalang yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi dan Ki Wiwin Nusantara. Lakon ini mengangkat cerita tentang kuatnya tekad para kesatria Pandawa, yakni Yudisthira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa yang digambarkan sebagai sosok kuat dan gagah memiliki cita-cita untuk terlepas dari belenggu Kurawa.

Dengan gigih, penuh keberanian dan kesolidan, akhirnya kelima kesatria itu berhasil melumpuhkan binatang buas di hutan Wisomarto untuk membuka jalan kemakmuran rakyatnya. Cerita ini, kata Zulkifli, membawa pesan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk berani bertindak, sabar dan tegar dalam menghadapi setiap tantangan bangsa.

"Pembangunan jiwa dan karakter bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki makna yang sangat penting untuk diamalkan dalam setiap sendi kehidupan. Nilai-nilai luhur bangsa inilah yang menjadi landasan bagi kita dalam membangun bangsa yang adil dan sejahtera," sambungnya.

Acara pagelaran ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Walikota Kota Bengkulu Helmi Hasan, tokoh masyarakat dan seniman serta budayawan Bengkulu.

Ajak Semua Pihak Bangun Indonesia

Masih dalam rangkaian kunjungan ke Bengkulu, Ketua MPR juga menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah di Balai Semarak Bengkulu. Zulkifli menyerukan kepada semua pihak untuk bersama-sama membangun Indonesia, khususnya Bengkulu.

Sebab menurutnya, kota yang dijuluki sebagai Bumi Raflesia ini masih banyak ketertinggalan di berbagai aspek ketimbang provinsi lainnya.

"Bengkulu harus dibantu. Bengkulu salah satu provinsi yang tertinggal dibanding provinsi lainnya. Tolong dibantu Bengkulu secara all out agar bisa mengejar teman-teman yang lain," ujar Zulkifli.

Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan singkat di Balai Semarak Bengkulu, Jl Prof. Dr. Hazairin, Bengkulu, Selasa (6/9/2016). Hadir pula dalam acara yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan tokoh daerah lainnya.

Ketua MPR Sosialisi 4 Pilar dengan Wayang di Bengkulu (Dok. MPR)


Zulkifli juga berpesan kepada seluruh generasi muda di Indonesia untuk mempersiapkan diri mereka dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, tantangan terberat saat ini bukan hanya datang dari dalam negeri tetapi juga global. Oleh karena itu, butuh perbekalan ilmu yang cukup untuk menghadapinya.

"Siap tidak siap kita sudah alami. Pesan saya, marilah kita persiapkan umat ini dengan sebaiknya. Ada dua yang kita rebut, yakni pendidikan yang baik dan ekonomi," sambungnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Zulkifli juga diminta untuk menandatangani prasasti peresmian Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). (van/wsn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads