Bulan Budaya Lombok Jadi Ladang Rezeki, PKL Selalu Update Info dari Internet

Bulan Budaya Lombok Jadi Ladang Rezeki, PKL Selalu Update Info dari Internet

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Selasa, 06 Sep 2016 23:42 WIB
Bulan Budaya Lombok Jadi Ladang Rezeki, PKL Selalu Update Info dari Internet
PKL di Bulan Budaya Lombok Sumbawa (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Mataram - Tidak hanya berhasil mendatangkan wisatawan, kegiatan Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) 2016 juga menjadi ladang rezeki bagi pedagang kaki lima (PKL).

BBLS menjadi magnet para PKL yang sejak sore menjajakan barang dagangannya di Islamic Center NTB, Jalan Udayana, Kota Mataram, Selasa (6/9/2016).

Salah satu pedagang bernama Mui (30) asal Kabupaten Brebes yang menikah dengan wanita Lombok ini mengaku selalu mengikuti pergerakan acara BBLS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia selalu memperbaharui informasi setiap acara yang diadakan Disbudpar NTB itu melalui smartphonenya. Jika ada acara ia akan mendatanginya.

"Saya nikah dengan orang sini dan tinggal di Narmada, Lombok Barat. Saya jualan sudah umur 15," kata dia.

"Alhamdulillah ada saja. Jualannya cuma pas ada even seperti ini. Kalau gak ada ya di pasar. Taunya acara ini lihat di internet," kata Mui yang menjual mainan anak-anak itu.

PKL di Bulan Budaya Lombok Sumbawa (Foto: Ahmad Masaul Khoiri-detikcom)


Mui menceritakan, pernah dia mendapatkan penghasilan mencapai Rp 1 juta. Ini sangat cukup baginya.

"Saya dulunya di pasar malam. Ikut sirkus keliling Indonesia dari Sabang sampai Kupang NTT. Jadi kalau jualan mainan ini baru tujuh tahun," kata dia.

Rejeki yang dalam acara BBLS juga dirasakan oleh Abdul Hadi (40). Sehari-hari ia berdagang bakso goreng lilit telur keliling Kota Mataram, terutama di sekolah-sekolah pada jam istirahat.

Berbekal modal awal sekitar satu juta rupiah ia meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai kuli bangunan.

"Kalau keuntungan paling gede sehari pernah sampai Rp 500 ribu . Sudah 6 tahun sebelumnya kerja di proyek," kata dia.

"Seneng ada acara ini. Soalnya kita dapat jualan. Saya dulunya diajari teman kalau berdagang ini lebih enak dan mudah buatnya daripada kerja jadi kuli," ujar Abdul. (fdn/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini