"Kita fokus pendidikan vokasi, kenapa itu penting? Karena itu untuk menyiapkan tenaga kerja yang produktif, sehingga ketika kita menyongsong tahun 2045 di mana Indonesia berusia seratus tahun. Kita tidak ingin Indonesia luas yang sangat kaya akan sumber daya alamnya dijarah oleh bangsa luar. Sehingga mereka yang mendapat keuntungan anugerah dari bangsa Indonesia," kata Muhadjir dalam sambutannya di kantor LPMP, di Provinsi Bengkulu, Kamis (6/8/2016).
"Sehingga tidak ada kata lain selain menyiapkan generasi anak bangsa yang baik," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan kalau bisa nanti tahun 2045 itu ada kepala dinas lebih baik dibanding kepala dinas yang sekarang. Akan lahir guru-guru yang jauh lebih hebat dari sekarang. Tugas kita guru-guru ini bagainana menyiapakan generasi untuk menciptakan guru yang lebih baik," paparnya di dalam acara yang dihadiri puluhan guru dan kepala sekolah dari berbagai wilayah di Kota Bengkulu.
Sementara Ketua LPMP Sa'adah Ridwan menjelaskan acara perekutan kepala sekolah kerja sama dengan Pemda Kabupaten Moku-Moku dan LPMP Kota Bengkulu. Acara tersebut diikuti puluhan guru.
"Seleksi adminitrasi oleh dinas Moku-Moku dan selama satu hari ini telah dilakukan seleksi akademik, mereka yang telah lulus akan dilakukan on job learning selama tiga bulan. Setelah mereka dinyatakan lulu, baru mendapakan nomor NIK sebagai kepala sekolah," kata Sa'adah.
Selain kerja sama seleksi kepala sekolah oleh Kabupaten Moku-Moku lanjut Sa'adah, LPMP Bengkulu juga mengadakan rakor pelatihan penjaminan mutu sekolah Model. "Untuk ini juga masih terbatas karena masalah anggaran sehingga hanya bisa satu sekolah satu guru mulai dari SD hingga SMA. Kita harapkan ada pemenuhan sesuai standar nasional," pungkasnya. (ed/bag)











































