Awalnya Megawati cerita soal dirinya merasa kesal sering ditanya pertanyaan yang sama soal Pilgub DKI. Setiap bertemu wartawan, selalu pertanyaannya soal kemungkinan PDIP mengusung Ahok di Pilgub DKI, Megawati kesal.
"Kalau wartawan berkumpul segini banyak, kalau tiap kali nyegat (mencegat) saya, istilahnya doorstop, bagaimana Ahok, Bu? Kesel (Capek) ya. Gedeg (geleng kepala) ya iya," kata Megawati di di Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2016). Hadirin tertawa merespons pernyataan Megawati.
![]() |
Lalu Megawati bercerita soal pertemuannya dengan Risma sebelum membuka Sekolah Partai. Dalam pertemuan itu, Megawati mengajak Risma bertemu para pemimpin redaksi media nasional.
"Makanya tadi saya ketemu Bu Risma, ojo wedi loh saat ditakoni ketua umum (jangan takut loh ditanya ketua umum)," tutur Megawati tanpa merinci maksudnya.
Usai Megawati berpidato, giliran Risma memberi pengarahan kepada 41 calon kepala daerah yang hadir dalam acara itu. Di akhir pengarahannya, Risma menyinggung soal Pilgub DKI.
Awalnya, Risma bercerita kedekatannya dengan anak-anak di Surabaya. Risma memang dikenal dekat dengan anak-anak. Ia tak pernah lelah meladeni permintaan foto anak-anak yang menemuinya.
"Misal ada 5.000 anak-anak di Balai Kota (Surabaya). Ya saya ladeni foto sama 5.000 anak-anak. Saya juga salaman sama 5.000 anak-anak itu," kata Risma.
Risma kemudian berbicara pelan meminta agar dirinya tak dibawa ke Jakarta. "Mereka kadang takut kalau saya dibawa ke Jakarta. Izin bu saya jangan dibawa ke Jakarta ya bu. Nanti mereka nggak semangat," kata Risma sembari tersenyum disambut tepuk tangan dan gelak tawa hadirin. (yds/tor)












































