"Kalau ideal ya ideal. Sri Mulyani untuk menjadi wapres itu sangat ideal, kalau presiden tidak ya. Tidak hanya teknokrat tapi ilmuwan juga kharismatik," kata Refly kepada wartawan, Selasa (6/9/2016).
Namun sebenarnya masih terlalu jauh membicarakan Pilpres 2019. Selain soal ideal ada faktor lain yang juga menjadi penentu maju tidaknya orang di Pilpres 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, imbuh Refly, tak hanya Menkeu Sri Mulyani yang cocok jadi pendamping Jokowi. Ia menyebut nama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga cocok.
"Kalau itungannya, sekarang dengan Tito Karnavian juga ideal. Kalau kita melihat harus melihat generasi 50-an dan itu sangat ideal. Tapi apakah tepat atau tidak ya kita lihat nanti karena dukungan parpol juga menentukan," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan muncul usulan dari internal Golkar agar Jokowi duet dengan Sri Mulyani di Pilpres 2019. Usulan itu mengemuka dalam Rakornas pemenangan Pemilu 2019 Golkar untuk wilayah Indonesia I yakni Jawa-Sumatera yang dipimpin Nusron Wahid. (van/trw)










































